|
Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
|
|
|
http://meylafarid.multiply.com |





Rabu, 22 April 2009 pukul 15:05 WIB
Penulis : Meyla Farid
Belum sepuluh tahun keluarga yang menjadi tempat para tetangganya meminta bantuan dalam segala hal, salah satunya dalam hal materi itu, mengalami apa yang disebut dengan perputaran roda kehidupan. Pergantian musim yang terus berganti, peralihan nasib yang kadang di atas dan kadang di bawah.
Misalkan saja 4 tahun yang lalu. Waktu keponakannya akan memulai suatu usaha baru, kedua orangtua tersebut memberinya pinjaman untuk modal usaha keponakannya. Begitu juga saat beberapa orang dari tetangganya akan pergi mencari pekerjaan ke luar kota, mereka tidak segan meminta bantuan.
Sekarang roda kehidupan sedang bergulir. Musim telah berganti, terik telah berubah menjadi hujan, ladang di kebun yang dulu hijau telah menguning dan mati. Tanah yang dulu subur, penuh air curahan dari langit telah berubah menjadi tanah kering yang tidak bisa ditanami tumbuhan apapun. Usia pun bertambah, seiring dengan perubahan kekuatan fisik dari serba kuat menjadi serba lemah.
Inilah hidup. Kita tidak bisa berpikir akan terus berada pada satu kondisi tertentu. Jika saat ini sedang 'di bawah', maka dengan segala ikhtiar dan do'a, kelak Allah bisa menempatkan kita pada posisi 'di atas'. Meski semuanya tidak melulu dinilai dari segi materi dan kesuksesan duniawi. Begitu pun jika sekarang kita sedang penuh kelapangan, insya Allah suatu saat kita akan mengalami apa yang dimaksud dengan posisi roda kehidupan di bawah tersebut.
Inilah hidup. Karena itu tidak sia-sia jika Allah selalu mengingatkan kita untuk beramal setiap ada kesempatan. Karena amalan apa pun yang kita lakukan, kelak akan kembali kepada kita. Jika kita gemar memberi saat lapang, maka kelak saat kita menemui kesempitan, Allah akan menolong kita menemukan kelapangan. Insya Allah.
"Tidak ada satu amalam anak Adam sebesar zarrah pun, kecuali amalan tersebut akan kembali kepada dirinya sendiri. Siapa yang berbuat kebaikan, maka itu untuk kebaikan dirinya sendiri. Siapa yang berbuat kejahatan, maka itu pun untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak pernah menganiaya hambaNya."
http://meylafarid.multiply.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meyla Farid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.