|
QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
"
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Sabtu, 7 Maret 2009 pukul 16:21 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Kesetiaan tidak hanya berlaku bagi pasangan hidup saja. Kesetiaan berlaku dalam semua hal, termasuk dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang selalu menuntut kesetiaan dari sahabatnya, teman-temannya, atau pihak lain yang ada kaitan dengan dirinya. Tapi, apakah kesetiaan akan terwujud dengan sendirinya?
Jawabannya, tidak. Kesetiaan akan terwujud jika kita berperan aktif atau ada interaksi timbal balik. Kalau kita menuntut kesetiaan dari seseorang atau pihak lain, lalu mereka tidak setia kepada kita. Seharusnya, kita jangan menyalahkan mereka, tapi bertanyalah pada diri kita, "Apakah saya sudah setia pada mereka?"
Kalau kita sendiri merasa belum setia kepada mereka, cobalah terlebih dahulu membuktikan bahwa kita setia kepada mereka. Kalau kita sudah merasa setia, akan tetapi mereka tidak setia, jangan langsung menganggap mereka tidak setia, mungkin ada yang kurang dalam diri kita. Oleh karena itu, optimalkanlah bentuk kesetiaan kita.
Itulah yang terjadi dalam komunitas yang saya ikuti, Klab Santri. Alhamdulillaah, sampai saat ini, saya merasakan kesetiaan yang begitu kuat dari sahabat-sahabat Klab Santri. Sejak tahun 2005, beberapa sahabat masih tetap eksis di Klab Santri, walaupun mereka disibukkan dengan urusan pekerjaan, keluarga, dan lain sebagainya.
Sampai pada suatu hari, dalam sebuah kegiatan, saya kagum dan terharu atas kesetiaan sahabat-sahabat Klab Santri yang rela meluangkan waktunya untuk bersilaturrahim di Depok. Tidak hanya itu, mereka rela menunggu saya dan beberapa rekan yang terlambat datang ke Depok hingga berjam-jam. Subhanallaah...
Kesetiaan sahabat-sahabat Klab Santri tersebut, belum bisa saya 'balas' dengan bentuk kesetiaan saya kepada mereka. Saya sadar, banyak hal yang belum bisa saya lakukan sebagai bukti kesetiaan saya. Saya juga sadar, beberapa kali mengecewakan mereka. Tapi, sebenarnya saya selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka.
Dan, kini saya pun berusaha seoptimal mungkin untuk membuktikan kesetiaan saya kepada mereka, karena tiada kesetiaan tanpa kesetiaan.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.