|
HR. Muslim : "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu."
|
|
|
http://aishliz.multiply.com |
|
http://friendster.com/http://friendster.com/aishliz |





Jum'at, 6 Maret 2009 pukul 16:06 WIB
Penulis : Lizsa Anggraeny
Dulu, saya sering terheran-heran, "Apa gerangan yang membuatnya selalu bersemangat?" Ia adalah perempuan terbaik yang pernah saya temui. Di setiap beban aktivitas, tak pernah sedikit pun senyum hangat hilang dari wajah teduhnya.
Lelah? Sudah pasti. Gerak langkah dalam padatnya gegap dakwah, kadang membuat kaki-kakinya bengkak. Hingga sakit untuk digerakkan. Jangankan untuk berjalan, duduk dengan kaki ditekuk tak jarang membuatnya terlihat meringis. Namun tak pernah sedikit pun ada keluhan yang mengiringi kelelahannya. Senyum, selalu kehangatan itu hadir. Dalam jabat tangan erat bersama pelukan.
Hampir enam tahun saya mengenalnya. Dan hampir selama tahun berjalan itu pula, tak pernah sedikit pun rasa kekaguman padanya berkurang. Perempuan tersebut hadir tidak hanya sebagai sosok sang pendidik, namun ia hadir pula sebagai sosok sang pengayom yang tegas dalam kelembutan.
Begitu sering saya melihatnya bersemangat menyala-nyala, ketika menjelaskan tentang keharusan seorang muslimah memiliki izzah di negeri minoritas. Begitu sering pula saya melihat mata beningnya mengalirkan butiran basah, tersentuh rasa empati. Setia mendengarkan setiap curahan hati beberapa orang yang datang padanya, dengan berbagai macam beban, beraneka masalah. Saya tahu, tentu tidak mudah menyimpan bertumpuk rahasia yang harus dipecahkan.
Allah SWT telah melebihkannya dengan kekuatan untuk selalu bersemangat. Semangat menyala-nyala yang dulu begitu sering saya pertanyakan dari mana datangnya.
Ternyata, sepertinya saya tak perlu lagi mempertanyakan lagi sumber semangat dari perempuan hangat tersebut. Karena saya tahu, letupan semangat itu selalu hadir karena ia memiliki sejuta cinta. Cinta dari lelaki istimewa, yang memahami begitu berartinya kehadiran sang istri sebagai juru dakwah di negeri minoritas. Cinta dari empat buah hati tercinta. Yang selalu memberikan senyuman di saat sang bunda lelah melangkah. Empat cahaya mata yang selalu menyejukan hati perempuan hangat. Cinta dari sahabat-sahabat dekat yang selalu merindukan kehadiran perempuan bersemangat dengan curahan nasehat. Cinta dari para kerabat, handai taulan, dan orang-orang yang merasa dekat dengannya, meski untuk kali pertama bertemu.
Ia memiliki cinta. Ada sejuta lebih cinta dalam genggamannya. Cinta di atas ikatan persaudaraan atas namaNya. Ada sejuta cinta yang telah ia beri dan ada lebih dari sejuta cinta yang ia terima.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap gerak langkah perempuan hangat bersemangat. Memberikan banyak curahan nikmat pada keluarga perempuan istimewa dengan limpahan lebih dari sejuta cinta kasih sayangNya.
Insya Allah.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Lizsa Anggraeny sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.