QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://farouqs.kotasantri.com
Bergabung
16 Juli 2009 pukul 08:32 WIB
Domisili
kairo - cairo
Pekerjaan
mahasiswa
http://www,elmishriya.blogspot.com
ibnu_el_hindy@yahoo.co.id
mujahiedmoeda
http://facebook.com/iwan ghoenawan
Tulisan Iwan Lainnya
Bus Misterius
3 Oktober 2010 pukul 17:00 WIB
Dikejar Sang Singa
30 Maret 2010 pukul 21:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Pernik

Ahad, 5 Desember 2010 pukul 17:00 WIB

Istana Sawarga

Penulis : iwan ghoenawan

Baru kali ini aku mengalami kejadian dahsyat yang tidak pernah dibayangkan oleh siapapun. Ya, gempa kali ini telah meluluhlantahkan semua bangunan dan jalan-jalan yang ada di daerahku. Bahkan hampir semua rumah, termasuk gedung tempatku tinggal ambruk di telan bumi dengan ganasnya.

Tidak ada pikiran lain dalam benakku selain dari lari sekencang-kencangnya. Entah ke mana arah yang kutuju, yang jelas aku hanya ingin berlari dan terus berlari. Yang penting aku terhindar dari gempa ini. Aku masih ingin hidup, aku belum siap untuk mati. Amalku masih sedikit. Masih banyak cita-cita dan rencana hidupku yang belum tercapai. Bagaimana dengan ibu dan keluargaku jika tahu aku diterpa gempa yang membabi buta. Tidak mempedulikan siapapun yang ada di atasnya.

Kulihat jalan raya di sampingku berlari, terbelah dengan sangat cepat. Seluruh kendaraan di atasnya anjlok ke bawah tanah besserta para penumpangnya. Semua orang berteriak – teriak histeris tidak karuan, dan entah kemana mereka akan berlari. Akupun tidak tahu kemana aku harus menyelamatkan diri. Beberapa kali kakiku terjebak lubang dan terpeleser hampir masuk ke dalam bumi. Ya salaaaaaaaaam....gema takbir, tahmid, tahlil terdengar mengiringi suara runtuhan bangunan dari orang – orang yang masih selamat.

Aku serasa ingin menangis melihat kejadian ini, tapi aku tidak mau menyerah dengan keadaan seburuk apapun. Pasti masih ada jalan keluar, pasti aku masih bisa selamat. Dengan tekad ini aku teruskan kakiku untuk berlari sekencang – kencangnya. Tidak terasa celanaku basah tidak kuasa menahan dahsyatnya gempa yang mendadak ini. Air mataku tak karuan mengalir sambil terus – menerus meneriakkan takbir.
“ allaahu akbarrr......!!! Allaaahu akbarr...!! “

Entah kemana aku harus berlabuh, melihat semua daerah di depanku sedang ambruk. Ini bukan filem kiamat 2012 yang sempat aku saksikan beberapa bulan kebelakang. Kini aku sendiri yang mengalami kejadian serupa. Ya robb...selamatkan diri hamba robb...!!
Sungguh kalau sekiranya aku dipanggil hari ini, bekalku manalah cukup untuk kehidupan akhirat nanti. Ya robb...selamatkan aku robb...selamatkan aku robb...tolong hamba robb....!! tolong hamba...!! keluargaku masih di Indonesia, aku ingin mereka menyaksikan keberhasilanku robb..!!

Air mataku seakan tidak pernah ada habisnya. Akupun semakin menjadi – jadi untuk menangis, tak ubahnya seperti anak kecil tidak diberikan mainan. Berteriak sekencang – kencangnya. Memohon semampunya, sembari sesengukkan namun tetap, mulutku tidak pernah alfa menyerukan takbir.

Betapa kerdilnya mausia yang selama ini senang menyombongkan diri dengan kekuasaan dan hartanya. Hari ini sungguh ketentuan allah telah datang.Tidak ada yang dapat menyelamatkan jiwanya masing – masing kecuali Allah seorang. Sungguh tiada gunanya rasa bangga , sombong, dan takabur yang dahulu diagung – agungkan tatakala dalam keadaan aman. Kusaksikan sendiri hari ini, bagaimana anak kecil tidak berdosa harus mati dalam satu detik saja ketika seluruh badannya tertimpa tidang listrik di pinggir jalan. Atau kakek tua yang tidak bisa lari itu tertumpuk kendaraan dan masuk ke dalam lubang di telan bumi. Subhanallaaaah....!!

Hanya sekitar dua menit gempa ini berlangsung tapi, sungguh telah merubah seluruh peradaban di atasnya. Aku masih tetap menangis di pinggir sebuah padang luas. Sambil mengingat kejadian yang baru saja aku alami di negri ini. Aku ingin pulang sekarang juga. Aku ingin bertemu dengna keluargaku. Aku tidak mau mati di sini. Tapi bagaimana, semua kendaraan dan jalan telah lenyap di telan bumi. Ya robb....jangan siksa hamba lagi..

Beberapa menit gempa ini berhenti, tidak lama kemudian tanah tempatku duduk mendadak bergoyang lagi. Semakin lama semakin cepat. Rasa takut dan kaget mendadak menyelimuti seluruh tubuhku. Aku tidak mau mati sekarang..!! aku harus berlari..!! harus berlari...!!
“ praakkkk.....”
“ Allaaahuakbarr...!!! allaaahu akbarr..!!! “

Penglihatanku mulai kabur, kesadaranku mulai melemah. entah berapa persen lagi ingatanku yang masih brjalan normal. Aku seakan sudah tidak ingat lagi siapa diriku. Bahkan aku tidak ingat sedang dimana aku berada dan apa yang sedang aku perbuat. Bukit – bukit kecil yang mengelilingi daerah ini mendadak pecah mengelaurkan cairan panas berwarna merah . Keadaan semakin bertambah buruk saja. Inikah yang namanya kiamat kubra..?? aku semakin histeris melihat kejadian yang sangat dahsyat . Benar – benar tidak ada lagi tempat untuk menyelamatkan diri. Kesadaranku kini telah lenyap...

Tiba – tiba entah dalam keadaan sadar atau tidak aku mendengar ada panggilan dari arah atas. Panggilan agar aku bergabung dengan golongan mereka yang terlihat sedang berkumpul di atas awan. Kulihat banyak orang sedang berkumpul di sana. Semuanya memakai pakaian putih, entah jubah atau pakaian lainnya. Tapi menurutku menyerupai pakaian ihram.
“ bergabunglah wahai engkau..! tidka ada lagi tempat untuk melarikan diri kemanapun engkau berlari..”

Otak normalku mengatakan kalau mereka adalah arwah – arwah yang barusaja ditelan bumi. Aku tidak mau bergabung dengan mereka, aku masih punya banyak cita – cita dan belum siap untuk menghadap Allah. Amalku masih sangat sedikit, bahkan dosaku sangat bayak . sudah pasti aku akan masuk neraka jika aku bergabung dengan mereka.

Tangisanku semakin menjadi – jadi di tengah kesadaran yang redup – redam itu. Yang ada dalam pikiranku masih berlari dan menyelamatkan diri berusaha terhindar jauh dari bangunan dan lubang – lubang yang dihasilkan oleh gempa.
Suara tadi terdengar kembali di telingaku, malah semakin terasa dekat saja.
“ bergabunglah dengan yang di atas...!! kami tidak bisa pergi sebelum kamu ikut dengan kelompok kami..!! “
“astaghfirullaaah.. aku belum siap matii....!!! “ teriakku dengan kondisi yang sudah tidak sadarkan diri. Semua kesadaranku benar – benar telang hilang sama sekali. Aku benar – benar seperti orang sawan atau orang gila.

*****

Bumi seakan tidak lagi bergoyang, semua keadaan sudah terasa aman dan gempa dahsyat hari ini sepertinya sudah selesai. Aku tidak lagi dalam keadaan ketakutan seperti tadi. Pakaianku juga sudah tidak basah lagi. Seluruh badanku sudah bersih dan semerbak wewangian yang sangat harum keluar dari tubuh dan pakaianku. Tapi sebentar, mengapa pakaianku tampak putih semua..?? bukannya tadi aku mengenakkan kaus hijau dan celana abu – abu..?? dimana sebenarnya aku sekarang..?? jangan – jangan kelompok tadi..?
“ ya salaaaam....!! “

Benar saja, ketika kulihat ke sekitar ternyata aku sudah bergabung dengan orang – orang yang tadi kulihat sedang berkumpul di atas awan. Mereka tampak ramah mengumbar senyum sambil mendekapku satu persatu. Pertamakali memelukku orang yang mungkin pemimpin mereka. Dia tampak agak beda dengan orang – orang di sampingnya.
“ ya Robb, benarkah aku sudah menjadi arwah korban gempa tadi pagi..?? “

Hatiku berbisik, memastikan kalau aku benar – benar sudah mati atau belum. Kulihat ke bawah. Suasana bumi sangat kacau sekali. Semuanya tampak semrawut dihantam gempa yang sangat dahsyat. Tidak ada tempat yang terlihat selamat dari keganasannya. Kulihat semuanya hancur dan porak – poranda.
“ mungkin aku benar – benar sudah mati “

Tiba – tiba hatiku kembali dihantui rasa cemas yang teramat sangat. Mengingat amal ibadahku yang masih sangat sedikit. Sementar aku harus menghadap sang Raja untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah aku lakukan selama hidup di dunia. Umurku, hartaku, ilmuku dan yang paling menakutkan dosa – dosaku. Tapi kemudian hatiku kembali tenang tatkala melihat salah seorang dari mereka.

Beberapa orang yang mungkin sebagai pembimbing mengajak kami berjalan menapaki tangga berukuran lebar dan sangat luas. Entah tertuju kemana. Ada satu hal yang masih tidak kumengerti. Mengapa hatiku tidak merasakan ketakutan yang teramat sangat seperti yang kualami ketika gempa tadi. Padahal aku akan berhadapan dengan Allah dalam waktu dekat ini. Justru yang kurasakan adalah ketenangan berada dengan kelompok mereka.

Satu persatu kaki kami menapaki tangga yang tampak bening berkilauan hingga kami sampai di depan gerbang besar. Ya, tidak lama dari tempat kami berkumpul tadi, kini sudah sampai di tempat yang benar – benar asing sekali. Aku tidak tahu apa nama tempat ini. Dari depan gerbang , aku tidak lagi melihat bumi yang porak – poranda. Semuanya tampak gelap dan yang bersinar hanya gerbang ini saja. Terdapat banyak pintu disepanjang gerbang ini. Gerbang tinggi yang menjulang dan terbentang sangat panjang. Tidak diketahui ujung yang satu dan ujung yang lainnya. Berwarna seperti perak silver yang berkilau – kilau. Sungguh sangat mempesona, saking indahnya aku sendiri tidak bisa melukiskan apa warna sebenarnya dan suasana yang terasa.

Aku mencoba bertanya kepada salah – seorang pengawal yang dari tadi menuntun kelompok kami.
“ tempat apa ini syeikh...? sedang berada di mana sebenarnya kami ini..? “
“ ini adalah gerbang syurga, sebentar lagi kalian akan masuk ke dalamnya “
“ subhanallaaaah...!! benarkah ini Istana syurga.? “ gumamku

Kamipun digiring memasuki gerbang indah itu oleh beberapa orang yang tadi menuntun kami. Penjaga gerbang membuka pintu dan menyalami kami satu persatu. Kami benar – benar memasuki gerbang syurga ini. Betapa indah dan sangat menakjubkan sekali. andai rangkaian kata mampu melukiskan keindahannya tentu aku gambarkan di sini. Benar – benar tempat yang tidak bisa diungkapkan keindahannya oleh mulut dan kata – kata. Tidak bisa digambarkan oleh pandangan mata. Tidak bisa dirasa oleh seluruh panca indera. Kedamaian, ketenangan, keindahan merasuk perlahan ke dalam jiwa..

Masing – masing dari kami dibimbing oleh dua orang yang pembimbing. Merekalah yang akan mengajak berjalan – jalan ke seluruh kebun yang ada di sini. Baru setelahnya diantarkan ke tempat tinggalnya masing – masing.

Kedua pembimbingku mempersilahkanku untuk berjalan dan mengantarkanku ke sebuah taman yang sangat indah . entah taman apa namanya, hanya ada perasaan takjub dan bahagia yang kurasa.

Tiba – tiba salah seorang dari mereka berkata kepadaku kalau aku ditunggu di salah – satu taman oleh bunda Maryam. Kamipun bergegas mencari beliau di taman yang dimaksud, setelah berkeliling, akhirnya kami menjumpainya di salah satu taman yang dipenuhi oleh pesona keindahan.

Sungguh teramat di sayangkan, aku tidak ingat samasekali apa yang beliau katakan kepadaku. Perkiraanku waktu itu beliau menyuruhku kembali ke bumi. Entah belum waktuku untuk berada di sana ataukah ada alasan lain. Entah apa isi percakapan itu, walau kupaksakan untuk mengingatnya dengan keras tetap saja tidak kutemukan.

Aku hanya melihat beliau berbicara kepadaku dengan diiringi senyum manis dari kedua bibirnya. Tatkalau beliau selesai dari pembicaraannya, tiba – tiba aku terhentak kaget.
“ astagfirullaahaladzim....!!!! “

Kutengok ke arah kiri, tampak kompter yang masih menyala. Terdengar suara murattal syeikh Mishari Rasyid yang sedang melantunkan doa. Kulihat di depanku tampak photoku yang sedang tersenyum, seakan sedang menertawakanku yang terbangun kaget. Ke arah atas kulihat rentetan kitab – kitabku yang berjajar rapi. Ternyata ini benar – benar kamarku di imaroh empat ba empat.


Madinet el boutse el islamea
Kamis, 23 September ‘10

http://www,elmishriya.blogspot.com

Suka
Naflah dan Kamaruddin menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan iwan ghoenawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Indra | Full Time Jobseeker
Alhamdulillah KSC bagus banget, jadi pengen nyoba KSC Mobile-nya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1221 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels