|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
|
razan.pranoto@yahoo.com |





Selasa, 9 Juli 2013 pukul 22:00 WIB
Penulis : Yanti Afriyani
Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja, tak terucap kotor dan jorok yang menjijikan, tidak akan pernah mencela, menghardik, dan membicarakan kejelekan orang lain.
Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut, berantakan, alias rapi dan teratur. Dan karena hanya hari ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak-tandukku.
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunnah nafilah, berpegang teguh pada Al-Qur'an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sikap takabur, ujub, riya', dan buruk sangka.
Hanya hari ini aku akan menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapa pun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan bagi orang yang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang didzalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang yang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orangtua.
Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."
"Wahai masa depan, engkau masih dalam keghaiban! Maka aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuh dugaan. Aku pun tak bakalan memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu; esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan."
Dari Buku La Tahzan (Jangan Bersedih) - Dr. Aidh al-Qarni
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Yanti Afriyani sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.