|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|
|
razan.pranoto@yahoo.com |





Selasa, 11 Juni 2013 pukul 21:00 WIB
Penulis : Yanti Afriyani
Jangan bersedih karena "Qadha" telah ditetapkan, takdir pasti terjadi, pena-pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan pun telah dilipat, dan semua perkara telah habis ditetapkan. Betapapun, kesedihan anda tidak mengajukan atau mengundurkan kenyataan yang terjadi, dan tidak pula menambahkan atau mengurangi.
Jangan bersedih, sebab kesedihan itu akan mendorong anda untuk menghentikan putaran roda zaman, mengikat matahari agar tidak terbit, memutar jarum jam kembali ke masa lalu, berjalan ke belakang, dan membawa air sungai kembali ke sumbernya.
Jangan bersedih, sebab rasa sedih itu laksana angin puyuh yang hanya akan mengacaukan arah mata angin, memutar air bah di mana-mana, mengubah cuaca langit, dan menghancurkan bunga bunga yang indah di taman.
Jangan bersedih, sebab orang yang bersedih ibarat wanita yang mengurai pintalan tenun setelah kuat pintalannya, ibarat seorang yang meniup wadah yang berlubang, dan ibarat seorang yang menulis di atas air dengan tangannya.
Jangan bersedih, sebab usia anda yang sebenarnya adalah kebahagiaan dan ketenangan hati anda. Oleh karena itu, jangan habiskan usia anda dalam kesedihan, jangan boroskan malam-malam anda dalam kecemasan, jangan berikan menit-menit anda untuk kegundahan, dan jangan berlebihan dalam menyia-nyiakan hidup, sebab Allah tidak suka terhadap orang orang yang berlebihan.
Dari Buku La Tahzan (Jangan Bersedih) - Dr. Aidh al-Qarni
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Yanti Afriyani sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.