|
Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
|





Jum'at, 3 Mei 2013 pukul 22:00 WIB
Penulis : Catur Catriks
Apakah kita sering mendapatkan rahasia dari orang lain? Apakah kita merupakan salah seorang yang enak untuk diajak bercurhat? Bila banyak orang yang menceritakan masalahnya kepada kita, mungkin ini salah satu hal yang menyenangkan. Ini menandakan kalau kita disenangi oleh mereka. Apabila banyak orang yang suka menceritakan masalah pribadinya pada kita, ini menandakan kita dipercaya oleh mereka.
Namun berhati-hatilah! Berhati-hati apabila orang yang berbicara kepada kita mengungkapkan sebuah rahasia pribadinya. "Aku begini, begitu. Tolong, jangan sampaikan kepada siapapun!" Apabila kalimat ini telah jatuh, satu tanggung jawab lagi harus kita pikul, yaitu menjaga rahasia orang lain yang telah kita ketahui. Jangan sampai kita menceritakannya kembali kepada orang lain. Karena apabila kita menyampaikan rahasia kepada satu orang saja, maka celakalah lidah kita.
"Aku tahu sesuatu tentang dirinya. Ia pernah mengatakannya padaku. Tapi ini rahasia, aku akan memberitahukan kepadamu dan jangan sampaikan kepada siapapun. Dia itu pernah begini, begitu. Rahasia lho!" Bila hal ini telah kita lakukan, maka sama saja kita telah menyebarkan rahasia itu kepada semua orang. Rahasia yang disimpan oleh dua orang, namun ada orang ketiga yang telah mengetahui, maka rahasia itu bukanlah rahasia lagi.
Sebagai manusia, kita tentu punya komitmen untuk menjaga kepercayaan teman. Sebagai manusia, kita punya sifat kehati-hatian dalam berucap. Tapi sebagai manusia, kita kerap dihinggapi salah dan khilaf. Apalagi bagi mereka yang lidahnya tak pernah berhenti bicara. Sekali kita membocorkan rahasia, selamanya kita dicap sebagai orang yang tak bisa dipercaya. Walau kita telah meminta maaf, tapi image itu akan tetap ada.
"Aku telah menancapkan paku pada kayumu. Tapi aku sadar itu salah. Aku minta maaf, paku itu telah aku cabut dari kayumu."
"Ya, aku telah memaafkanmu. Tapi lihatlah, kayuku tetap berlubang, bekas tancapan pakumu."
Ketahuilah, orang mungkin telah memaafkan kesalahan yang pernah kita lakukan, tapi orang tidak pernah lupa terhadap apa yang pernah kita lakukan. Menjaga rahasia, menjaga nama baik, adalah hal yang besar. Kita akan mudah dan ringan ketika menceritakan rahasia orang kepada yang lain. Tapi hal ini sulit dan berat bagi orang yang mengetahui bahwa rahasianya telah bocor.
Lebih baik simpan telinga kita dari rahasia orang lain. Tahanlah orang yang akan menceritakan rahasianya dengan mengatakan bahwa kita sulit untuk menjaga rahasia. Jagalah pikiran kita dari prasangka, jagalah telinga kita dari bisik-bisik tak sehat, jagalah lidah kita dari menggunjing orang lain, dan jagalah lidah kita apabila telah terlanjur mendengar rahasia orang.
Ketahuilah, kita tidak akan rugi apabila kita tidak mengetahui rahasia orang-orang di sekeliling kita. Tidak akan rugi apabila kita tidak menceritakan rahasia kita kepada siapapun. Dan apabila di suatu saat kita merasa berat akan masalah kita, ceritakanlah semua pada Yang Maha Mengetahui.
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (QS. 49 : 12).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Catur Catriks sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.