|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Jum'at, 12 April 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Ketika kita membahas tentang masa depan Islam, karakteristik ibadurrahman, tarbiyah dzatiyah, rekonstruksi iman, recovery tarbiyah, al-wala’ wal bara’, dakwah dan ketulusan, hakikat kepemimpinan, dan beberapa kisah para sahabat serta tafsir dari beberapa kalam-Nya, semuanya benar-benar menggiring kita menuju kutub positif.
Lalu kita berupaya untuk selalu menjadi pusaran-pusaran kebaikan, minimal untuk orang-orang di sekitar. Berupaya untuk tetap berdaya guna, dan menjadi bagian dari solusi. Berupaya untuk menjadi pribadi yang bermakna. Pribadi yang saat berbaur, ia mampu menyemangati yang lain. Dan saat sendiri, ia mampu menyemangati dirinya sendiri.
Di lahan yang ini, di lingkungan yang ini, dan di hati-hati ini, semuanya terangkum menjadi satu kata; dakwah! Maka, isi hidup kita tetaplah sama, meski dengan kisah dan versi yang berbeda, dalam bentangan jarak dan waktu. Dan cukuplah Allah yang memelihara kesungguhan serta ketekunan kita, karena perhatian manusia terkadang menghanyutkan keikhlasan.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.