HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://ardadinata.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Ciamis - Jawa Barat
Pekerjaan
Penulis dan PNS
Arda Dinata adalah Penulis, Motivator, dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
http://www.ardadinata.web.id
http://facebook.com/ardadinata
http://twitter.com/ardadinata
Tulisan @ Lainnya
Menjadi (Penulis) Unggul
25 Januari 2013 pukul 15:00 WIB
Nurani Kedamaian
12 Januari 2013 pukul 14:00 WIB
Berselancar di Dunia Hati
9 Januari 2013 pukul 10:00 WIB
Visi itu Impian yang Nyata
4 Januari 2013 pukul 13:00 WIB
Kebiasaan (Sukses) Menulis
28 Desember 2012 pukul 16:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 29 Januari 2013 pukul 12:00 WIB

Menyikapi Sebuah Harapan

Penulis : @ Arda Dinata

Sahabat...

Setiap hari akan selalu ada harap yang kita panjatkan. Untuk mewujudkan sebuah harapan, tentu kita harus berusaha semaksimal mungkin. Kita sejujurnya telah dibekali oleh Sang Pencipta sesuatu yang dapat dijadikan modal kesuksesan dalam hidup ini.

Anggota panca indera kita adalah sesuatu yang nyata yang patut kita syukuri dan manfaatkan secara maksimal. Pertanyaannya, sudahkah kita menggunakannya dengan benar? Tangan, mata, mulut, kaki, dan telingga kita, sudahkah kita gunakan untuk memenuhi harapan-harapan yang kita cinta-citakan?

Sahabat...

Dalam hidup ini pasti ada resiko yang mesti kita tanggung. Untuk itu, kita harus siap menghadapi setiap resiko yang hadir di depan kita. Bukannya kita justru menghindar darinya. Bila kita berperilaku menghindar, justru hal ini akan menambah beban hidup kita ke depannya.

Dalam menghadapi beban kehidupan ini, tentu kita memerlukan bekal ilmu. Ilmulah yang akan meninggikan derajat seseorang. Itulah janji dari Sang Pencipta. Dengan ilmu, hidup kita akan menjadi terasa ringan. Dan amalan kehidupan kitapun akan lebih bernilai.

Sahabat...

Untuk itu, mari kita benahi setiap harapan dan usaha yang kita panjatkan setiap waktu itu. Dan tentunya kita harus siap menghadapi resiko kehidupan tersebut. Resiko kehidupan itu, ada yang bernilai positif dan juga beresiko negatif. Begitupun terkait dengan resiko dari sebuah harapan atau usaha yang kita lakukan dalam kehidupan keseharian.

Risiko positif dari harapan dan usaha adalah kesuksesan dan kebahagiaan. Sedangkan risiko negatifnya adalah kegagalan. Risiko mengungkapkan isi hati adalah penolakan, dan risiko menaruh harapan pada orang lain adalah kekecewaan. Pertanyaannya, seberapa siapkah kita dalam menghadapi dan menerima risiko itu?

Sahabat....

Pertanyaan tersebutlah yang harus kita jawab dengan jujur mulai sekarang, sebelum Anda melangkah membangun sebuah harapan-harapan yang baru.

http://www.ardadinata.web.id

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan @ Arda Dinata sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hendi | Desain Grafis
Mari gabung di sini. Artikelnya bagus-bagus dan banyak hikmahnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1038 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels