|
Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
|
|
|
http://www.ardadinata.web.id |
|
http://facebook.com/ardadinata |
|
http://twitter.com/ardadinata |





Jum'at, 28 Desember 2012 pukul 16:00 WIB
Penulis : @ Arda Dinata
"Orang Sukses bukan karena satu tindakan, melainkan kebiasaannya! Ayo bangun KEBIASAAN sukses!" (Tung Desem Waringin).
Kebiasaan adalah sesuatu yang sering kita lakukan. Kebiasaan menjadikan hidup kita lebih mandiri. Kebiasaan baik akan mengantarkan pemiliknya pada kebaikan. Kebaikan akan menjadikan seseorang menjadi kuat dalam menikmati kehidupan ini, karena hidupnya selalu diselimuti dengan kebaikan. Makanya, ada orang yang menyatakan kalau kebiasaan yang baik itu adalah kekuatan yang patut disyukuri oleh siapapun. Termasuk seorang penulis itu harus mensyukuri atas kebiasaan (baik) yang selalu dilakukannya, yaitu menulis.
Ya, dengan menulis, menulis, dan terus menulis itulah yang membuat seorang penulis jadi terbiasa menulis. Sungguh sebuah kebiasaan yang patut dilakukan oleh siapapun yang dalam hatinya terbersit untuk menjadi penulis. Sebab, mana mungkin kita menjadi penulis, bila kita tidak terbiasa menulis sebuah karya tulis dalam hidup kesehariannya.
Bagi siapapun yang ingin sukses dalam hidupnya, syaratnya ialah ia harus terbiasa dalam kesuksesan. Tung Desem Waringin mengatakan, "Orang Sukses bukan karena satu tindakan, melainkan kebiasaannya! Ayo bangun KEBIASAAN sukses!" Ya, kalau kita ingin sukses, kuncinya ada pada bagaimana kebiasaan kita dalam meraih kesuksesan itu.
Kalau kita telaah lebih jauh, kebiasaan ini menurut para ahli jiwa terdiri atas tiga unsur yang saling berkaitan erat. Pertama, pengetahuan. Yaitu pengetahuan yang bersifat teoritis mengenai sesuatu yang ingin dikerjakan. Kedua, keinginan. Yakni adanya motivasi atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu. Ketiga, keahlian. Maksudnya kemampuan untuk melakukannya.
Apabila ketiga unsur tersebut bertemu pada satu perbuatan, maka perbuatan itu dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Tapi, jika kurang salah satunya, maka perbuatan itu tidak dapat kita kategorikan sebagai kebiasaan. Untuk itu, kebiasaan yang dilakukan seseorang akan sangat berpengaruh terhadap jiwa seseorang. Al-Ghazali menegaskan, "Perbuatan yang dilakukan berulang-ulang selama beberapa waktu akan memberi pengaruh yang mantap pada jiwa."
Pada konteks menulis, maka tidak berlebihan bila kita disyaratkan harus membangun kebiasaan menulis. Namun, kalau kita ingin sukses dan berkah tulisan kita, maka jangan asal menulis. Tapi, bangunlah kebiasaan menulis itu dengan memasukan ketiga unsur, yaitu pengetahuan, keinginan, dan keahlian. Jadi, unsur pengetahuan, keinginan, dan keahlian itu harus tercermin dalam setiap tulisan kita. Inilah sesungguhnya yang mengantarkan seseorang menjadi penulis yang sukses.
Kesuksesan bukanlah sekedar konsep, prinsip, ataupun pendapat-pendapat yang kita pelajari atau kita dengar dari orang lain, tetapi kesuksesan adalah sebuah proses panjang perjalanan dari pengalaman dan keahlian seorang manusia yang berlangsung terus menerus. Begitupun yang berlaku dalam meraih kesuksesan pada dunia tulis menulis.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan @ Arda Dinata sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.