|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
http://www.sofyanarif.web.id/ |
|
emsofyan.arif@gmail.com |
|
|
vyan_arief@yahoo.co.id |
|
sofyan.arif45 |
|
http://facebook.com/soefyanarif |
|
http://twitter.com/sofyan_arif |





Jum'at, 13 Juli 2012 pukul 11:15 WIB
Penulis : Muhammad Sofyan Arif
Kuliah malam ini terasa lama sekali, entah saya yang tidak siap menerima materi atau karena saya kecapekan. Tapi itu jangan dijadikan alasan untuk menyalahkan seorang dosen yang memberi materi.
Waktu yang terasa lama, jika kita nikmati akan terasa indah dan cepat, asalkan kita berani terus menerus melawan kemalasan pada diri sendiri. Mari kita analogikan dengan anak-anak yang berada di pinggir jalan, mereka meminta-minta dari belas kasihan orang yang berlalu-lalang di jalanan. Sedangkan kita, hanya duduk manis sambil menunggu waktu.
Tidak ada jawaban yang lain kecuali rasa syukur yang tiada terikira dari Sang Maha Pencipta yang telah memberikan kita kekuatan untuk tetap menuntut ilmu. Kesempatan yang ada seperti ini jangan pernah disia-siakan.
Wajar sekali perasaaan bosan kuliah, malas, suntuk, dan jenuh. Namun semua itu hanya rangkaian dari proses perjalanan hidup. Sejauh mana kita bisa melewati kerikil-kerikil kecil dengan semangat yang tinggi.
Untuk itu, mulai sekarang, kuatkan dalam mendidik diri kita sendiri, lawan rasa malas, rasa takut, dan sebagainya. Semua itu akan berlalu jika kita keras terhadap diri kita sendiri. Tetaplah melakukan hal-hal yang baik dan berusahalah menjadi yang terbaik.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Muhammad Sofyan Arif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.