HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://adinda_poetri.kotasantri.com
Bergabung
17 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Cimahi - Jawa Barat
Pekerjaan
PNS
http://dtpoetri11.blogspot.com
Tulisan Adinda Lainnya
Positif Tak Memilihnya
25 Juli 2011 pukul 11:30 WIB
Dengarkan Kata Hati
13 Juni 2011 pukul 11:30 WIB
Berani untuk Mengikhlaskannya
21 Maret 2011 pukul 10:30 WIB
Hanya Sebuah Mimpi
24 Februari 2011 pukul 11:11 WIB
Ketika Rasa Itu Hilang
3 Februari 2011 pukul 17:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 5 Agustus 2011 pukul 12:50 WIB

Cinta, Jangan Kau Bersedih

Penulis : Adinda Poetri

Cinta, tema yang selalu menarik untuk dibahas, karena cinta adalah anugerah dari Yang Maha Pemberi Cinta. Cinta bisa datang kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Oleh karena itu, kendalikanlah dia sebelum rasa itu halal untuk kita.

Setiap awal pertemuan yang baik, sebaiknya diakhiri dengan cara yang baik pula, jika pada akhirnya memang perpisahan menjadi jalan yang harus dipilih, karena pada dasarnya sudah menjadi sunnatullah jika ada pertemuan pasti akan ada perpisahan.

Wanita memiliki hati dan perasaan yang lebih sensitif dibandingkan dengan pria, mungkin karena itu pulalah wanita ingin lebih dimengerti.

Ketika ada sesuatu hal yang menyebabkan terjadinya perpisahan dikarenakan tidak berjodoh misalnya, maka janganlah engkau bersikap lemah menyikapinya. Rasa putus asa, bersedih, ataupun menangis, hanya akan membuatnya lebih bersedih lagi, dan kemungkinan akan menimbulkan perasaan menyalahkan diri sendiri.

Teringat pengalaman di masa lalu, mungkin itulah sikap yang paling bodoh yang pernah kulakukan. Sikap menyalahkan diri sendiri dalam waktu yang cukup lama sampai 2 tahunan yang disebabkan putus asa karena merasa dirinya gagal dalam merencanakan sebuah pernikahan, ketika kami tidak berjodoh untuk hidup bersama.

Mengapa disebut sikap yang paling bodoh? Karena tidak ada gunanya sikap menyalahkan diri sendiri, yang ada hanyalah membuang-buang waktu, tenaga, fikiran, perasaan, dan lain sebagainya.

Sementara orang yang aku tangisi telah hidup bahagia dengan pasangan hidupnya, terlebih sudah dikaruniai sang buah hati tercintanya. Hal itu baru kuketahui kabarnya setelah 3 tahun sejak perpisahan itu terjadi, walau memang aku menginginkan dia selalu bahagia dengan pilihannya, dengan selalu memberikan kata-kata motivasi dan do’a yang baik kepadanya.

Karena itu, cinta, janganlah kau bersedih. Bersedih boleh saja selama tidak berlebihan. Ingatlah bahwa Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Yakinlah, Dia tidak kan pernah salah dan tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Berharaplah hanya kepada Allah SWT, karena hanya Dia-lah sebaik-baik pengharapan. Insya Allah, kelak kau pun akan bahagia dengan pilihan-Nya.

http://dtpoetri11.blogspot.com

Suka
Luluk Khumaidah, Lia Awliyah, dan cinta sejati menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Adinda Poetri sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lia Juliana | Staf Purchasing
My fav situs nih.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1247 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels