QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
Alamat Akun
http://adinda_poetri.kotasantri.com
Bergabung
17 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Cimahi - Jawa Barat
Pekerjaan
PNS
http://dtpoetri11.blogspot.com
Tulisan Adinda Lainnya
Bahagia dengan Pilihannya
27 Desember 2010 pukul 20:35 WIB
Cemburu Boleh, Tapi Jangan Berlebihan
21 Desember 2010 pukul 18:30 WIB
Karena Berjuang Tak Bisa Sendiri
18 Desember 2010 pukul 16:55 WIB
Aku Rindu Pada-Mu
8 Desember 2010 pukul 22:15 WIB
Kau Selalu Membuat Aku Tersenyum
30 November 2010 pukul 18:22 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 14 Januari 2011 pukul 17:45 WIB

Ketika Ta’aruf Tak Lagi Serius

Penulis : Adinda Poetri

Seringkali kita mendengar kata ta’aruf diperbincangkan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Awalnya memang diperuntukkan untuk sebuah hubungan serius yang akan melangkahkan niatnya untuk menikah. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kata ta’aruf mengalami pergeseran makna. Kini, banyak sekali pengalaman yang didapat atau obrolan yang sering didengar untuk kasus ta’aruf yang tak lagi dilaksanakan dengan serius.

Ketika seseorang mantap untuk berta’aruf dengan orang lain, maka sebaiknya terlebih dahulu diluruskan niatnya. Karena segala sesuatu bergantung kepada niatnya. Jangan sampai, ketika proses ta’aruf berlangsung, tiba-tiba di pertengahan jalan, mengakhiri ta’arufnya dengan alasan belum mantap. Nah lho, bukannya di awal sebelum berta’aruf, dia mengatakan mantap untuk melakukan proses ta’aruf dengan si A misalnya. Kenapa tiba-tiba di pertengahan jalan mengatakan belum mantap? Apakah gerangan yang terjadi? Jika alasan belum mantap karena perbedaan usia misalnya, mengapa hal ini (mengenai usia) tidak ditanyakan terlebih dahulu kepada mediator sebelum proses ta’aruf itu berlangsung? Bukankah alasan itu hanya mengada-ada saja? Jika sudah begini masalahnya, hasilnya tentu akan berantakan.

Memang tidak dipungkiri bahwa segala sesuatu hasilnya ditentukan oleh keputusanNya. Manusia hanya berusaha atau berikhtiar melakukan proses tersebut. Tetapi, segala sesuatunya harus diniatkan serius dari awal sampai akhir, apalagi yang berkaitan dengan proses ta’aruf ini. Pertimbangkanlah baik-baik sebelum mengambil keputusan untuk berta’aruf dengan seseorang. Jangan sampai tergesa-gesa mengambil keputusan yang besar itu. Karena jika hanya main-main saja, akibatnya akan timbul banyak masalah. Walau mungkin dipandang sepele, tetapi hal ini patut kita renungkan sejenak.

http://dtpoetri11.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Adinda Poetri sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ibu Hafif | Ibu RT
Webnya www.kotasantri.com bagus euy.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1299 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels