QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Jalan Cinta Para Pejuang
4 November 2010 pukul 18:05 WIB
Selayak Mencinta
26 Oktober 2010 pukul 04:45 WIB
Dan, Aku Kembali!
21 Oktober 2010 pukul 19:30 WIB
Agar Tak Hanya Tumbuh Sekedarnya
15 Oktober 2010 pukul 18:11 WIB
Belajar dari Kegagalan Anna Althafunnisa
14 Oktober 2010 pukul 20:53 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Selasa, 9 November 2010 pukul 18:00 WIB

Qais Tidak Akan Pernah Gila

Penulis : Rifatul Farida

Andai Qais tahu tentang hakikat cinta yang benar, tentunya ia tak kan pernah gila dengan kesemuannya. Maka tak kan ada cerita si Majnun dari Negeri Timur, yang digandrungi para pemuja cinta manusia. Dan disimbolkan sebagai cinta sejati. Menjeremuskan. Bagaimana mungkin hal sedemikian gila disebut cinta sejati?

Andai Romeo tahu tentang hakikat cinta yang benar, tentu ia tak kan pernah meneguk racun akhiri hidup. Maka tak kan pernah ada cerita Romeo-Juliet jadi legenda, yang tersohor di seluruh penjuru negeri. Dan lagi-lagi, disebut sebagai cinta sejati. Menjerumuskan. Bagaimana mungkin hal sedemikian grusa-grusu disebut cinta sejati?

Betapa banyak dari kita mengejar kesemuan saja, dalam hal apa saja. Nabi SAW menyederhanakannya dengan tiga sebutan, "Harta, tahta, wanita (lelaki)." Harta, tahta, dan wanita, adalah komponen kehidupan yang diciptakan oleh Allah SWT sebagai pengiring hidup manusia. Bukan hal yang haram untuk dimiliki, karena memang begitulah Allah SWT menetapkannya sebagai kesenangan hidup manusia. Namun, ia haruslah bersesuaian dengan aturan-aturanNya. Jika tidak, maka tunggulah kehancurannya. Sungguh, adzabNya amat pedih.

Qais, menderita oleh cintanya, pun tak jauh beda dengan Romeo. Kasihan… Namun, yang paling patut dikasihani adalah ribuan bahkan jutaan manusia yang berkiblat pada mereka berdua. Sebenarnya, hal baik apa yang ingin digali dari mereka? Tentang kesetiaan? Bukan, bukan begitu caranya setia. Itu namanya egois. Karena mereka tak lagi peduli pada yang lainnya. Tentang kepahlawanan? Pahlawan apa? Pahlawan cinta? Bukan, mereka bukan pahlawan cinta, tapi korban cinta.

Satu-satunya pelajaran berharga yang dapat dilihat dengan gemblang adalah, bahwa mereka telah gagal mengendalikan diri. Itulah penyebab semua petaka dan ketidaknyamanan hidup.

Qais, menderita oleh cintanya, pun tak jauh beda dengan Romeo. Ah… Kalaupun ditelisik lebih dalam, bukan cinta penyebabnya, tapi mereka menderita oleh dirinya sendiri.

Qais tidak akan pernah gila, jika ia mampu mengendalikan diri. Romeo tidak akan pernah meneguk racun, jika ia bisa mengendalikan diri. Sementara mengendalikan diri hanya bisa dilakukan oleh mereka yang kuat, dan cinta adalah milik mereka yang kuat, karena hanya orang-orang yang kuatlah yang mampu mencinta. Karena mencinta berarti memberi, karena mencinta berarti menghidupkan, karena mencinta berarti menumbuhkan, karena mencinta berarti menjaga.

http://rifarida.multiply.com

Suka
Tin Tina, Silvia, nurdin sholihin, dan shalikan mohammad menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

aisy_me | Karyawan Swasta
Bagus-bagus tulisannya, menambah semangat dan inspirasi. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1236 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels