HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
(Muhasabah Cintaku)
9 September 2010 pukul 17:00 WIB
Rasa Ini, Meluruhlah
6 September 2010 pukul 19:25 WIB
I'm Muslimah and Very Happy
2 September 2010 pukul 20:55 WIB
Mengingatmu
26 Agustus 2010 pukul 18:15 WIB
Memilih Cinta
17 Agustus 2010 pukul 17:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 10 September 2010 pukul 21:41 WIB

Amanah Kefitrahan

Penulis : Rifatul Farida

Ramadhan pergi, meninggalkan amanah kefitrahan di masa-masa yang akan datang setelahnya. Selepas sebulan lisan ini menahan berkata sia-sia, berkata dusta, dan berkata menyakitkan. Akankah tetap begitu hingga Ramadhan berikutnya datang? Mampukah untuk tidak sebaliknya, dengan lisan yang sama, membiarkannya mengurai kata tak bermakna, penuh dusta dan menyakitkan?

Selepas sebulan mata ini menahan dari pandangan sia-sia, pandangan tak halal, dan pandangan sinis menyakitkan. Akankah tetap begitu hingga Ramadhan berikutnya datang? Mampukah untuk tidak sebaliknya, dengan mata yang sama, membiarkannya liar tak terarah dan memandang yang bukan haknya.

Selepas sebulan perut ini menahan lapar. Akankah dengan perut yang telah menahan lapar ini tetap menjaga agar tidak seidkit pun masuk yang haram baginya? Mampukah untuk tidak sebaliknya, dengan perut yang sama, membiarkan apapun masuk tanpa memperhatikan halal-haramnya serta takarannya.

Kaki ini, tangan ini, telinga ini, dan setiap anggota tubuh yang sebulan penuh diakomodir sedemikan rupa dalam syahrut tarbiyah, akankah tetap menjejak dalam tapak-tapak kabaikan di bulan-bulan berikutnya? Menelusuri sendiri tapak-tapak itu dalam kesadaran bahwa tarbiyah tak kan pernah usai hingga tutup usia.

Ramadhan pergi, meninggalkan amanah kefitrahan di masa-masa yang akan datang setelahnya. Maka mengalunlah khusyu’ dari lisan sang Nabi SAW, Al-A’la, surat Al-Qur’an yang sering dipilihnya dalam shalat Ied, sebagai bacaan pengingat, bahwa setiap kita, punya tanggung jawab setelah kemenangan ini.

***

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi.
Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (penciptaanNya).
Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk."

(QS. Al-A’la : 1-3)

***

*RF_Meski Ramadhan telah pergi, namun nuansanya ‘kan tetap berkekalan hingga Ramadhan berikutnya dan berikutnya, insyaAllah. Aamiin.

**Referensi : Catatan dari kultum dhuhur @ Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta_28 Ramadhan 1431 H.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Desy Rahayu | Pegawai
Saya baru bergabung di KotaSantri.com setelah saya membaca beberapa cerita yang sangat menarik, saya berkeinginan juga untuk berbagi cerita dengan Anda semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2131 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels