Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Sebuah Sensitivitas Rasa
16 April 2009 pukul 17:33 WIB
Selamat Datang Cinta
29 Maret 2009 pukul 19:33 WIB
Melihat Model Jilbab Syar'i Lebih Cermat
25 Maret 2009 pukul 19:12 WIB
Pagi ...
23 Maret 2009 pukul 19:12 WIB
Selamat Tinggal Mawar Angkuhku
6 Maret 2009 pukul 01:59 WIB
Pelangi
Pelangi » Percik

Jum'at, 17 April 2009 pukul 17:04 WIB

Menapak Tegak Kembali

Penulis : Rifatul Farida

Menapak tegak kembali, dalam jenak-jenak perih yang pernah tercipta, kala gundah meleburkan spirit dalam ujung laku yang kadang tak menemukan arahnya. Berdiam dan menunggu, ternyata bukanlah sebuah persinggahan nyaman dalam tataran nurani. Untuk setiap nafas yang pernah terhembus mengiring asa yang serasa kian mengangkasa.

Barangkali, inilah sembilu takdir yang telah mengiris perih setiap gejolak dalam dada. Agar membuncah dalam keteraturan kehendakNya. Karena Ia yang Mahaperkasa melihat setiap niatan hati yang membalut kesungguhan. Hingga berhak mutlak menentukan hasil akhir tuk segala ikhtiar yang mengejawantahkan betapa harap itu kuat mencekram rasa untuk hasil terbaik.

Ketika di puncaknya, dalam sekejab mata jiwa ini terhempas kembali di pangkal ikhtiar. Bersama sisa asa yang rasanya tak sanggup lagi tergenggam erat. Letih mendera, lunglai dalam langkah gontai. Ingin menjerit sekuat tenaga dalam deru emosi hati, ‘Aku capek, ya Allah.” Namun nurani mendahului membisik, “Innallaha ma ashshabirin, boleh jadi engkau menyukai sesuatu, tapi itu tidak baik untukmu, untuk duniamu, untuk akhiratmu."

Menunduk, untuk sebuah kesalahan sikap diri yang hampir saja terlakukan, astaghfirrullahal ’adzim...

Kembali menata niatan hati, menghela nafas dalam jeda waktu yang menyekat sisi lara, mengusap air mata dengan seulas senyum keyakinan sembari menyingkirkan kepingan kecewa dari pekarangan jiwa. Ya, menapak tegak kembali. Untuk hari ini, untuk hari esok, untuk selamanya. Menggiring asa menemukan perwujudan nyatanya. Untuk sebuah sambutan dari Rabbul Izzati, dalam jannati yang keindahannya tak pernah terekam oleh pandang mata.

***

"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf : 87)

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

zaenudin | tutor
Memang Hebattt, bisa nambah ilmu juga sahabat.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1346 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels