|
QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Ahad, 29 Maret 2009 pukul 19:33 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Seperti yang sedia kala, keindahan itu kini menjelma menjadi nada-nada cinta penuh gairah Ilahiyah. Ternyata dengan bahasa hati, pemaknaan ikhlas itu ditemukan. Memberi untuk tidak menerima kemudian, berbuat bukan untuk tepukan tangan.
Seperti pada fitrahnya, hati yang kini mulai berbenah, karena telah menemukan hakikat itu untuk berbagi pada kumparan rasa yang lama sia-sia memercik nafsu palsu. Cahaya yang kini memberkas, berpijar pada kebekuan rasa yang kini melelehkan cairan ketulusan.
Seperti apa adanya, menghempaskan semu fatamorgana yang melingkupi gema nurani. Menyibak tirai keangkuhan yang menjuntai dalam gemuruh dada yang kini menggejolak hebat. Hingga wajah asli dari setitik pemaknaan hakikat kehidupan bertengger dalam denting hati, menyepa lembut nada-nada dunia yang selalu dikatakan fana.
Seperti yang kini kembali, rasa sejati dari cita rasa hati yang tak pernah menafikkan kejujuran. Untuk ketertundukan terdalam sebagai hamba yang menghiba, sebagai kekasih yang mencinta, dalam kamuflase ketegaran yang menyulam tiap indah kecintaan dengan helaian benang harap, cemas, dan takut. Membentuk sketsa segi tiga dalam rekah hati merah jambu yang kini membiru, berpadu mesra dengan titik keseimbanagn ruh, akal, dan jasad.
Seperti yang kini terlihat, indah, ceria.
Dan, selamat datang cinta.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.