HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://mumtahah_annisa.kotasantri.com
Bergabung
19 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta Barat - DKI Jakarta
Pekerjaan
IRT
http://li4ni.multiply.com
Tulisan Mumtahah Lainnya
Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia
21 April 2011 pukul 13:50 WIB
Wanita, Mutiara yang Terpelihara
20 Januari 2011 pukul 15:30 WIB
Bengkoknya Tulang Iga Merupakan Keistimewaan Wanita
9 Desember 2010 pukul 21:15 WIB
Ingin Cantik? Berjilbablah!
3 Juni 2010 pukul 20:13 WIB
Muslimah Sejati
18 Maret 2010 pukul 20:55 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 16 Juni 2011 pukul 13:00 WIB

Ukhti, Engkau adalah Mutiara

Penulis : Mumtahah Annisa

Ukhti fillah...
Dengan penuh harapan akan ridha-Nya dan karena besarnya rasa sayang dan cintaku, izinkan aku menulis surat cinta ini agar aku dan juga dirimu senantiasa menjadi mutiara bagi orang-orang yang kita cintai, lentera dalam gelapnya malam dan menjadi hamba-Nya yang beriman dalam setiap desah nafas kita.

Ukhti fillah...
Engkau adalah bunga kehidupan, teramat sayang memperlakukanmu dengan kasar karena hal itu akan merusak keindahan yang ada dalam dirimu dan menodai kesempurnaanya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Allah telah memuliakan, mensucikanmu, dan mengangkat derajatmu dalam agama ini, karenanya raihlah ia dengan memupuk ketaatanmu pada-Nya, merajut benang-benang kehidupanmu di atas jalan Allah dan manhaj Rasul-Nya agar kebahagiaan tak pernah jemu menghampirimu. Ingatlah selalu firman-Nya, “Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab : 71).

Ukhti fillah...
Camkanlah selalu dalam hatimu, bahwa berjalan di atas kebenaran (sunnah) ibarat memegang bara api, banyak aral dan rintangan yang menghalangimu. Lihatlah keluar, musuh kita bersatu padu untuk menghancurkan kita. Dengan segenap daya dan upaya mereka ingin agar kita melepaskan pakaian akhlak dan rasa malu dari diri kita, sehingga mereka lebih leluasa merongrong agama ini. Aku tidak ingin, dirimu dan juga diriku (dengan izin Allah) menjadi korban serigala-serigala liar itu. Karena itu palingkan wajahmu dari mereka dan sambutlah dengan penuh suka cita jalan kebenaran yang ditawarkan Allah dan Rasul-Nya. Peganglah tali kendali itu dengan sekuat tenaga agar tidak jatuh dalam kehancuran. Buatlah mereka marah dan sedih dengan keteguhanmu berpegang pada agamamu, dengan menjaga rasa malumu, dan beriltizam dengan hijabmu.

Ukhti fillah...
Sesungguhnya mereka iri dengan apa yang kita miliki, wanita-wanita mereka telah terperosok jauh dalam kubangan dosa, kehinaan, dan maksiat sehingga tidak ada lagi yang bisa mereka harapkan. Sedangkan engkau? Engkau adalah wanita berkedudukan tinggi, engkau wanita dengan kemuliaan, kesucian, dan kehormatan yang tinggi. Kedudukanmu tinggi karena Al-Qur’an, engkau mulia dengan iman dan suci karena engkau berpegang teguh pada agama ini. Oleh karena itu engkau adalah mutiara yang teramat mahal, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya apalagi menyakitinya. Itulah kelebihan dan keistimewaan yang tidak akan kau dapati selain dalam agama ini.

Maka wahai ukhti fillah Al-‘Afifah, yang senantiasa shalat dan sujud kepada Dzat yang Mahahidup dan terus menerus mengurus makhluk-Nya, dan menundukkan pendengaran dan penglihatan untuk-Nya, cukuplah hadits Rasulullah sebagai penyejuk hati, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.”
(HR. Muslim).

Ya, engkau adalah sebaik-baik perhiasan dunia, engkau adalah harapan agama ini, harapan untuk melahirkan dan mendidik generasi rabbani. Perhiasan itu tidak mudah didapat, harganya terlalu mahal dan menjaganya pun tidaklah mudah. Setiap abdi Allah ingin mendapatkannya, namun tidak semua bisa memilikinya. Ia memberikan kesejukan dikala hati gersang dan menyegarkan pandangan dikala mata suram. Perhiasan dunia itu, dalam kehidupannya senantiasa menampakkan kemuliaan dirinya.

Bagaikan sekuntum mawar yang sedang mekar, harumnya tergambar dari pribadinya yang santun. Tunduk pandangannya, tegas bicaranya. Sedikitpun tidak ada keraguan jika meninggalkannya di rumah. Ia menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya, dan senantiasa menjaga kehormatan diri dan suaminya. Dalam kehidupan sehari-hari senantiasa diselimuti prestasi. Ia tahu mana kegiatan yang disukai Rabbnya, untuk itu ia tidak pernah putus asa. Ia senantiasa menjaga kesucian dirinya. Tidak mudah mengeksploitasi diri dan kehormatannya, apalagi hanya sekedar menggodanya.

Karena itu ingatlah selalu, bunga istimewa hanya untuk yang istimewa.

Ukhti fillah...
Itulah gambaran tentang dirimu. Sungguh teramat agung kedudukanmu. Maka senantiasalah bersyukur kepada-Nya atas semua karunia, rahmat, dan petunjuk-Nya. Takutlah engkau pada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu agar engkau termasuk dalam golongan hamba-Nya yang selamat dan bahagia di dunia maupun di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah, semoga Allah memberikanmu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca.

“Untuk semua yang terkasih, terima kasih telah memperkenalkanku pada majelis ilmu.”

Sumber : Majalah As-Sunnah Edisi 08/V/1422 H-2001 M

http://li4ni.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mumtahah Annisa sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fariz Aziz | Mahasiswa
Alhamdulillah KotaSantri.com masih ada. Udah 2 tahun nich gak browsing web ini.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1162 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels