HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://mioariefiansyah.kotasantri.com
Bergabung
14 Maret 2009 pukul 17:57 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Penulis
http://mioariefiansyah.wordpress.com
Tulisan Miomio Lainnya
Budaya Membaca bagi Wanita
6 Mei 2010 pukul 19:15 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 23 September 2010 pukul 20:10 WIB

Kerja Tidak Harus Kantoran

Penulis : miomio

Banyak yang bilang kalau rumah itu membosankan. Ada juga yang bilang bahwa rumah itu tak jauh beda dengan hotel. Bahkan tak jarang juga yang berkata “bosan di rumah” ketika libur telah tiba.

Padahal di rumah kita bisa melakukan segalanya yang kita bisa bila kita mau “sedikit” menggunakan otak kita (baca : kreatif).

Buat para wanita yang sudah menikah dan tidak diizinkan oleh suaminya untuk bekerja kantoran seperti saya, tak usah khawatir, ragu, gelisah, menderita, apalagi bunuh diri. Banyak jalan menuju Roma. Kenapa mesti khawatir dan merasa dunia hancur?

Para ibu atau calon ibu atau pengantin baru, mungkin bisa melakukan hal berikut, yang merupakan beberapa dari sekian banyak kegiatan atau pekerjaan yang bisa kita lakukan berbasis rumah.

1. Menjadi Penulis. Inilah yang saya lakukan sekarang. Awal nikah dulu masih ragu, tapi suami menyemangati saya. Akhirnya, ya begini inilah. Jadi penulis juga capek lho. Jangan dikira kerjaannya mencet-mencet laptop gak jelas. Menulis juga butuh mikir, apalagi nantinya akan dikonsumsi oleh orang banyak. Penghasilan dari menulis juga tak hanya dari royalti, bisa juga dari artikel yang dimuat di media massa, honor sebagai ghost writer, honor sebagai penulis artikel lepas, honor sebagai penulis SEO, dan lain-lain. Kalau di luar negeri, profesi penulis sudah mendapatkan jaminan dari pemerintah, bahkan sangat dilindungi.

2. Menjadi Penerjemah. Kalau Mbak-Mbak atau Ibu-Ibu yang jago berbahasa asing, mungkin bisa mencoba profesi sebagai “penerjemah”. Ya, seperti tetangga saya beda cluster, yang mendapatkan honor dari jasa menerjemahkan buku-buku.

3. Kursus atau Kuliah Lagi. Kursus atau kuliah lagi juga bisa dilakukan untuk menambah pengetahuan. Misalnya kursus bahasa Jepang, nanti kalau sudah lulus bisa jadi penerjemah buku berbahasa Jepang ke Indonesia, atau menerjemahkan komik Jepang, atau mungkin juga menerjemahkan dorama. Ini contoh saja, karena masalah mau kuliah lagi atau kursus di bidang apa, ya suka-suka yang menjalani.

4. Menjadi Presenter atau Penyiar Radio. Bagi yang senang “ngoceh”, mungkin bisa mencoba profesi ini.

5. Menjadi Pengajar. Inilah yang saya lakukan dari tahun 2004 silam. Ya, profesi yang sangat bermanfaat. Paling tidak, kalau nanti saya jadi Ibu, tahu anaknya mau “diapain”.

6. Buka Bisnis Kue. Ini bagi wanita-wanita yang pintar membuat kue.

7. Buka Salon. Dengan semakin meningkatnya tingkat polusi udara, maka bisnis ini lumayan menggiurkan. Siapa yang tidak mau cantik? Jumlah wanita juga banyak. Jadi, bisnis ini bisa dilirik bagi mereka-mereka yang pandai dalam hal kecantikan.

8. Buka Jahitan. Ini diperuntukkan buat mbak-mbak yang pintar memotong kain dan membuat baju.

9. Mendirikan Les atau Privat. Ini yang saya lakukan saat masih kuliah. Hasilnya lumayan, meski tidak sebesar menulis.

10. Menjadi Pendongeng. Saya baru tahu ada profesi ini setelah hijrah ke “negeri” orang bersama suami. Waktu itu saya buka-buka webnya dan ternyata agenda pendongeng itu, super duper padat. Bagi mbak-mbak yang suka mendongeng, mungkin bisa mencoba profesi ini.

11. Buka Toko Online. Beberapa teman saya semasa SMA sudah mencoba, tapi saya belum.

12. Jadi Public Speaker. Biasanya diundang sebagai public speaker bila buku-buku sudah banyak yang terbit atau best seller.

13. Jadi Bintang Iklan. Datangnya musiman tapi hasilnya besar.

14. Jadi Ilustrator. Tentunya ini bagi mbak-mbak yang suka dan pintar menggambar, seperti salah satu kenalan saya yang menekuni dunia ini dan hasilnya lumayan.

Profesi-profesi di atas adalah profesi pilihan yang bisa dilakukan oleh para ibu, calon ibu, atau wanita yang baru menikah, yang mungkin tak berminat bekerja di kantor karena dilarang suami atau karena keinginan sendiri.

Semua profesi tersebut memang lebih banyak dilakukan di rumah. Kalau toh ke luar rumah, juga tidak dilakukan dalam jangka waktu yang lama, sehingga si dedek alias anak, bisa tetap terjaga.

Jadi, siapa bilang hidup kita akan hancur bila tak bekerja di kantor? Sungguh terlalu bila ada yang berkata seperti itu. Cobalah sedikit berpikir, sesungguhnya di luar sana masih banyak kesempatan luas yang masih belum terjamah yang bisa kita coba dan mungkin itu yang lebih cocok buat kita.

http://mioariefiansyah.wordpress.com

Suka
Arasyfianah dan reiza menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan miomio sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Maharandi | Karyawan
Syukur alhamdulillah, sejak pertama kali membaca tulisan-tulisannya, saya langsung tertarik, karena materinya beragam dan terkadang mendatangkan inspirasi baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayahNya kepada kita semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1320 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels