HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Ganti Itu dari Allah
15 Juni 2010 pukul 18:33 WIB
Sebutir Kurma Penjegal Do'a
8 Juni 2010 pukul 20:05 WIB
Suami Mendidik Istri
29 Mei 2010 pukul 17:25 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 1 Juli 2010 pukul 20:31 WIB

Kurang Akal

Penulis : Redaksi KSC

Pada suatu ketika, Nabi SAW bersabda, "Wahai kaum wanita, perbanyaklah sedekah, karena aku lihat golongan kalian yang paling banyak menghuni neraka." Lantas seorang di antara mereka bertanya, "Wahai baginda yang mulia, mengapa kami yang paling banyak menghuni neraka?" Nabi menjawab, "Kalian banyak mengutuk dan mengabaikan suami. Aku tidak melihat orang-orang yang kurang akal dan agamanya yang paling banyak selain dari golongan kalian." Wanita lainnya bertanya, "Wahai Rasul, apa yang engkau maksud dengan kurang akal dan agama?" Nabi menjawab, "Bukankah kesaksian wanita sama dengan setengah kesaksian pria, dan bukankah banyak wanita yang berdiam diri, berhari-hari tidak shalat?" (HR. Bukhari & Muslim).

'Kurang akal' dalam hadits di atas bukan berarti bodoh, kurang cerdas, atau penistaan terhadap kemampuan wanita dalam berfikir dan mengurusi masalah. Secara historis, Al-Qur'an menyebutkan bahwa Bilqis mampu menandingi daya pikir seluruh kaumnya, yang mengindikasikan bahwa intelektualitas ratu dari negeri Saba itu tidak tertandingi. Al-Qur'an juga menceritakan wanita-wanita mulia yang berlimpah kebaikan, pandai bersabar, dan mereka yang penuh pengorbanan.

Maryam, Asiyah, dan ratu Bilqis tadi hanyalah beberapa contoh. Wanita yang dicatat Al-Qur'an sama banyaknya dengan jumlah pria. Namun Allah SWT telah menciptakan tabiat wanita berbeda dengan tabiat pria. Di antara satu 'tabiat' wanita adalah banyak lupa, sehingga ia perlu orang lain yang mengingatkannya. Tak heran jika Al-Qur'an menyebutkan kesaksian dua wanita sebanding dengan satu pria, alasannya, "Supaya jika seorang lupa, maka seorang lagi mengingatkannya." (QS. Al-Baqarah [2] : 282).

Sedangkan pengertian 'kurang agama' adalah 'dispensasi'. Dikala tengah menstruasi, wanita tak mungkin melaksanakan shalat dan puasa. Allah lah yang menciptakan perubahan biologis wanita seperti itu, karenanya Allah memberikan dispensasi sekaligus kompensasi yang jarang diperoleh kaum Adam. Sejarah banyak mencatat prestasi ibadah wanita-wanita shalehah yang tidak tertandingi kaum pria.

Wanita, seperti halnya pria, mempunyai dualisme kecenderungan pada kebaikan atau keburukan, taat atau maksiat, memimpin kebaikan atau mungkin gembong kejahatan. Wanita yang menjadi imam kebajikan mampu mengimami umat dalam berjuang dan berkorban. Wanita yang menjadi "imam" kejahatan akan mengomandoi umat kepada dekadensi. Karena itu Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kebaikan wanita beriman sama seperti amal perbuatan 70 para shiddiqin, dan sesungguhnya wanita penjahat lebih dahsyat daripada perlakuan 1000 orang penjahat." (HR. Abu Na'im).

Umat Islam paling pandai mengalahkan nafsu, mampu membentengi diri dari kemauan syaitan, bisa melawan keinginan busuk, bahkan tidak maruk terhadap perhiasan dunia. Ironisnya tidak sedikit yang ternyata malah jatuh tersungkur di hadapan wanita. Karena itu Yahudi punya trik-trik sendiri jika berperang menghadapi kaum Muslimin. Jika gagal unjuk kekuatan di hadapan barisan militer umat Islam, mereka akan suguhi wanita-wanita cantik. Karena itu, penggunaan unsur wanita di layanan publik dan sejumlah iklan yang mampu merangsang animo dan memancing fitnah merupakan sunnah qadimah (gaya baheula) Yahudi. Kendati pun waktu dan tempat berganti, sunnah kaum kafir tidak akan pernah berubah. Yang menjadi pertanyaan, siapa sebenarnya yang kurang akal?

Diambil dari Tulisan karya Taufik Munir.

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Endang Supriatna, S.Pd. | Guru
Ingin bergabung pada web yang sangat bermanfaat bagi ummat ini. Semoga web ini benar -benar menjadi media ukhuwah dan penebar ilmu. Amien.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1115 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels