|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Selasa, 15 Juni 2010 pukul 18:33 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Allah tidak pernah mencabut sesuatu dari Anda kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi, itu bila Anda bersabar dan tetap ridha dengan segala ketetapanNya.
Barangsiapa Ku ambil dua kekasihnya (matanya) dan ia tetap bersabar, maka Aku akan mengganti kedua (mata)nya dengan surga. (Al-Hadits).
Barangsiapa Ku ambil orang yang dicintainya di dunia dan ia tetap mengharapkan ridhaKu, niscaya Aku akan menggantinya dengan surga. (Al-Hadits).
Yakni, barangsiapa kehilangan anaknya tetap berusaha untuk bersabar, maka di alam keabadian kelak akan dibangunkan untuknya sebuah Baitul Hamd (Istana Pujian).
Maka Anda tak usah terlalu bersedih dengan musibah yang menimpa Anda sebab yang menentukan semua itu memiliki surga, balasan, pengganti, dan ganjaran yang besar.
Para Waliyullah yang pernah tertimpa musibah, ujian, dan cobaan akan mendapatkan penghormatan yang agung di surga Firdaus. Itu tersirat dalam firmanNya, "Selamat atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS. Ar-Rad : 24).
Betapa pun kita selalu harus melihat dan yakin bahwa di balik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berujung pada kebaikan kita. Dengan begitu kita akan termasuk sebagai orang yang mendapat rahmat. "Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah : 157).
Ini merupakan ucapan selamat bagi orang orang yang mendapat musibah dan kabar gembira bagi orang-orang yang mendapat bencana. Umur dunia ini sangat pendek dan gudang kenikmatannya pun sangat miskin. Adapun akhirat lebih baik dan kekal. Sehingga barangsiapa di dunia mendapat musibah ia akan mendapat kesenangan di akhirat kelak, dan barangsiapa hidup sengsara di dunia ia akan hidup bahagia di akhirat.
Lain halnya dengan mereka yang memang lebih mencintai dunia, hanya mendambakan kenikmatan dunia saja dan lebih senang pada keindahan dunia. Hati mereka akan selalu gundah gulana, cemas tidak mendapatkan kenikmatan dunia dan takut tidak nyaman hidupnya di dunia. Mereka ini hanya mengingnkan kenikmatan dunia saja, sehingga mereka selalu memandang musibah sebagai petaka besar yang mematikan. Mereka juga akan memandang cobaan sebagai sesuatu yang gelap gulita selamanya. Ini adalah karena mereka selalu memandang ke arah bawah telapak kakinya dan hanya mengagungkan dunia yang sangat fana dan tidak berharga ini.
Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesungguhnya tak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung karena Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hamba-hambaNya dengan "surat ketetapan" yang di sela-sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan, dan juga pilihan.
Maka dari itu, siapa saja yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata jernih, dan pola pikir yang panjang. Dengan begitu, ia akan menyaksikan bahwa buah manis dari musibah itu adalah rahmat dari Allah. "Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa." (QS. Al-Hadid : 13).
Dan sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik, lebih abadi, lebih utama, dan lebih mulia.
Referensi : La Tahzan - Dr. Aidh Al-Qarni
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.