Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://ayyesha97.kotasantri.com
Bergabung
15 April 2009 pukul 02:27 WIB
Domisili
Jakarta Barat - DKI Jakarta
Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga
http://ayyesha97.multiply.com
ayyesha97
Tulisan Ajeng Lainnya
Sup Jagung
17 Januari 2010 pukul 20:00 WIB
Risalah Ukhuwah
12 Januari 2010 pukul 18:35 WIB
Muslimah, Antara Siap dan Ingin Menikah
17 Desember 2009 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Muslimah

Kamis, 28 Januari 2010 pukul 20:30 WIB

Menjadi Muslimah DIAM

Penulis : Ajeng Miftahul Jannah

Diam adalah emas...

Sahabat, sering kita dengar ungkapan tersebut. Namun diam seperti apakah yang akan menjadi emas? Tentu bukan diam karena tidak tahu, diam karena lemah, diam karena pasrah, atau diam karena menyerah kalah. Menjadi muslimah diam? Diam apakah yang akan menjadikan seorang muslimah menjadi pribadi unggulan yang dijadikan sebagai figur dambaan umat?

1. Dewasa. Seorang muslimah dituntut untuk dewasa. Bukan hanya dewasa dari segi fisik atau usia, tetapi dituntut untuk bisa dewasa atau matang dalam sikap dan perbuatan. Seorang ibu dituntut untuk bersikap dewasa di hadapan anak-anak dan keluarganya. Jika seorang muslimah tidak bisa bersikap dewasa, maka ia akan tidak sabar dengan pertanyaan-pertanyaan anak-anaknya, juga dia tidak akan sabar dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya.

Memang, setiap individu memiliki sisi kekanakan dalam dirinya. Tak masalah, jika usia seseorang masih terbilang muda, atau remaja, tapi pikirannya dewasa, sebaliknya, tak lucu jika seseorang yang sudah dewasa dari segi umur, namun sifatnya masih sangat kekanak-kanakkan. Seorang muslimah pun dituntut selalu berpikiran jernih di setiap kondisi. Semua itu bisa diraih bila muslimah bersikap dewasa.

2. Inovatif. Seorang muslimah dituntut untuk inovatif, selalu mempunyai gagasan dan ide-ide baru hingga segala sesuatu tidak terkesan monoton dan membosankan. Contoh, jika seorang ibu rumah tangga terus-terusan memasak masakan yang sama, tanpa ada inovasi-inovasi, tentu akan membuat anggota keluarganya bosan. Atau tatanan kamar yang sama selama bertahun-tahun, tentu akan membuat kita bosan.

Coba, jika kepala kita sedang penuh masalah, lalu kita rubah interior kamar kita, buang atau simpan barang-barang yang sudah tidak kita perlukan. Insya Allah, suasana baru akan membantu menyegarkan pikiran kita. Atau juga, jika kita memiliki beberapa pakaian lama yang masih bagus, kita bisa memperbaharuinya dengan menambah atau mevariasikannya dengan baju-baju lain atau dengan beberapa aksesoris, sehingga terkesan baru. Akan banyak hal-hal baru yang terciptakan yang akan membuat perubahan dalam hidup kita jika selalu berfikiran inovatif.

3. Alami. Bersikaplah wajar, alami, tidak dibuat buat. Berperilaku wajar dan alami tidak dibuat-buat. Berdandan wajar, alami, tidak terlalu menor. Karena kadang segala sesuatu yang berlebihan malah membuat sesuatu jadi tidak enak dipandang. Segala sesuatu yang alami tak akan pernah lekang ditelan jaman. Biarkan segala sesuatu berjalan apa adanya, sesuai kehendak Allah.

4. Menyejukkan. Seorang muslimah haruslah jadi penyejuk bagi suami juga keluarganya. Seperti yang dilakukan Bunda Khadijah pada Rasulullah SAW ketika beliau mendapat wahyu pertama. Siti Khadijah menenangkan beliau. Siti Khadijah juga yang setia mendampingi Rasulullah SAW dalam setiap langkahnya. Seorang istri haruslah bisa jadi penyejuk dalam setiap langkah suaminya, penerang dalam gelapnya.

Seorang muslimah harus bisa jadi penyejuk di tengah lingkungannya, jangan sampai jadi pemanas suasana. Banyak wanita yang menghabiskan waktunya untuk bergosip, membuat suasana menjadi panas. Seorang istri harus dengan sabar mendampingi suaminya, karena banyak rumah tangga yang suasananya menjadi panas, hanya karena si istri menuntut terlalu banyak dari suaminya. Sudah banyak diriwayatkan, bahwa sebagian besar pengisi neraka adalah wanita. Na'udzubillahi min dzalik.

Seorang ibu juga harus selalu jadi penyejuk bagi anak-anaknya, menjadi pendengar yang setia dari setiap keluhan yang diceritakan anak-anaknya, dengan memberi thausiyah-thausiyah yang menyejukkan kalbu. Subhanallah, alangkah indahnya jika seorang muslimah bisa menjadi penyejuk pandangan setiap insan, terutama keluarganya. Dimana ia menjadi tempat yang dicari setiap orang untuk berteduh dari lelahnya, yang akan selalu siap menyambut mereka dengan senyuman yang tulus dan kata-katanya bagaikan embun di tengah gersang.

Ukhti muslimah, Saat ini kita terlalu lelah dengan berbagai kondisi yang sering tidak menentu. Maka jadilah antunna sebagai figur dambaan umat, yang dengan DIAM, antunna menjadi muslimah yang selalu dirindukan setiap orang.

Wallahu a'lam bishshawab.

http://ayyesha97.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ajeng Miftahul Jannah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

al falamiy | pengajar
syukran for KSC, banyak ilmu yang dapat diambil dari KSC. teman KSC dari boyolali ada gak ya?
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1461 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels