QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Nenek Pemungut Daun
6 Desember 2011 pukul 12:12 WIB
Bersemangat dalam Hidup
29 November 2011 pukul 11:11 WIB
Kacang Bawang
20 November 2011 pukul 14:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 17 Desember 2011 pukul 11:30 WIB

Membekali Anak dengan Pendidikan Tauhid

Penulis : Redaksi KSC

Akhir-akhir ini, kisah-kisah misteri banyak diminati para penonton dari segala kalangan. Kejadian-kejadian ganjil; bangkitnya mayat menjadi hantu gentayangan, rumah-rumah kosong yang berhantu, atau pengalaman aneh yang dialami seseorang menjadi bahan obrolan menarik bagi anak-anak di sekolah, para karyawan di kantornya, dan bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Alasan ketertarikan mereka pada kisah-kisah tersebut sangat beragam. Beberapa orang mengaku tertarik karena kisah-kisah tersebut lumayan menghibur, membangkitkan kepenasaran, atau hanya sekedar menguji keberaniannya.

Respon mereka pun beragam, mempercayainya 100%, tidak mempercayainya, dan antara percaya dan tidak percaya. Apa pun respon mereka, pastinya kisah-kisah tersebut akan mempengaruhi kehidupan seseorang.

Kemudian muncul sikap khawatir dari para orangtua saat mengetahui ketakutan anaknya akan hantu atau hal lainnya disebabkan oleh cerita-cerita misteri yang mereka dengar atau lihat.

Anaknya menjadi tidak berani tidur atau ke kamar mandi sendirian tanpa ditemani seseorang. Bahkan hal ini menimpa orang dewasa. Sungguh sangat ironis. Memang belum dapat dipastikan bahwa ada hubungannya antara kisah-kisah misteri itu dengan rasa takut mereka akan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Bagi seorang Muslim, mengimani hal ghaib itu adalah wajib. Malaikat, Jin, setan, neraka, surga, dan Allah adalah ghaib, keberadaannya memang tidak bisa kita lihat dengan mata kepala, tapi kita harus mengimaninya karena semua itu benar-benar ada. Lalu bagaimana dengan hantu, apakah hantu itu memang ada?

Inilah yang dikhawatirkan banyak pihak dari tayangan semacam itu. Jangan-jangan pengertian kita tentang hal ghaib menyimpang. Penyimpangan-penyimpangan inilah yang dapat mengganggu kondisi psikis seseorang dan yang paling utama berpengaruh pada keimanan seseorang akan ketauhidan Allah.

Kebenaran tentang Allah yang menciptakan seluruh alam, menugaskan para malaikatNya dengan tugas-tugas khusus, menciptakan surga-neraka, menentukan kelahiran dan kematian seseorang, dan lain sebagainya, harus mulai diajarkan oleh para orangtua kepada anak-anaknya sejak dini.

Pendidikan tauhid pada anak tidak kalah pentingnya dengan pendidikan seks yang akhir-akhir ini sering dibahas dalam berbagai forum dialog. Justru pendidikan tauhid ini harus menjadi prioritas utama yang dapat menjadi sumber dari beberapa pendidikan lainnya.

Tapi yang pasti, orangtua harus memahami lebih dalam tentang makna tauhid ini, karena tidak sedikit orang dewasa yang belum memiliki bekal pendidikan tauhid yang mantap.

Wujud dari kebesaran Allah sebagai Pencipta seluruh alam dan seisinya dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana Allah menurunkan hujan sehingga tanaman tumbuh subur. Allahu Akbar! Allah jualah yang menciptakan manusia dan menganugerahkan rahim kepada para wanita agar janin dapat tumbuh di dalamnya.

Itu adalah salah satu cara untuk mengenalkan kebesaran Allah Pencipta semesta alam dan seisinya kepada anaknya. Menanamkan aqidah tauhid adalah usaha untuk menanamkan keimanan seseorang kepada Allah, Tuhan Yang Mahatunggal dan Berkuasa atas segala-galanya.

Allah menciptakan manusia kemudian mematikannya. Dan mereka akan dibangkitkan kembali pada hari pembalasan untuk mempertanggungjawabkan semua amalan mereka di dunia. Sebelum waktu itu datang, maka tidak ada satu orang pun yang akan bangkit dari dalam kubur dan hidup gentayangan di dunia ini.

Pendidikan tauhid ini sangat penting agar kita terbebas dari perbuatan syirik, kufur, dan munafik. Sejak dini, para anak harus dikenalkan kepada Tuhannya, Allah SWT.

Cobalah membiasakan mereka untuk memulai sesuatu dengan basmalah, mengucap hamdalah jika mendapat kenikmatan-kenikmatan, mengucap takbir saat melihat sesuatu yang mengagumkan, mengucap tasbih saat melihat keindahan langit dan bumi, mengucap istighfar saat melakukan kesalahan, dan masih banyak materi lainnya yang dapat membantu orangtua untuk menanamkan aqidah tauhid ini.

Selain itu, orangtua juga dapat menjauhkan anak dari segala sesuatu yang berpotensi merusak aqidah mereka. Jauhkan anak dari bacaan, tontonan, atau cerita-cerita yang dapat merusak keimanan mereka. Kita bekali dan bentengi anak-anak dengan pendidikan tauhid. Lebih baik mencegah daripada mengobati! Wallahu a'lam.

Tim MQP - RoL

http://kotasantri.com

Suka
Nurliyanti menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Vitra | Exim Staff
Sangat hebatzzz, KSC!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1347 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels