HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Dua Serigala
28 Desember 2010 pukul 21:14 WIB
Telur dan Kentang Goreng Ala Spanish
26 Desember 2010 pukul 20:50 WIB
Meraih Kekhusyu'an Shalat
22 Desember 2010 pukul 19:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Keluarga

Sabtu, 1 Januari 2011 pukul 19:00 WIB

Agar Tetap Rukun dengan Suami

Penulis : Redaksi KSC

Ketika menikah suami-istri pengantin baru merasa mereka adalah tim yang kompak. Kalau suami makan mangga, istri yang mengupaskan. Kalau istri menangis, suami yang menampung air mata. Sungguh manis memang kehidupan pengantin baru. Sayangnya, tidak mudah menjalin keselarasan seperti itu, apalagi sampai kakek nenek. Ada saja perbedaan, yang kalau tidak disadari menjadi jurang bagi suami-istri. Bagi istri, agar hubungannya dengan suami tetap akur, paling tidak, terdapat 9 cara yang harus dilakukan, antara lain :

1. Memahami Jika ada Kesulitan
Dalam perkawinan tidak ada yang sempurna, ada saja kesulitan yang timbul karena itu istri diminta memahami ketika kesulitan itu muncul, istri jangan menyalahkan suami, sebaiknya pecahkan kesulitan itu bersama suami.

2. Kritik Dengan Sopan
Kritik terhadap suami boleh saja, asal kritik itu membangun. Hanya perlu disampaikan dengan cara yang baik dalam menyampaikan kritik, jangan diikuti dengan emosi, tetapi sampaikan dengan bahasa yang halus dan carikan jalan keluarnya agar suami tidak jadi bingung. Jangan melakukan kritik di depan umum, sebab akan membuat suami malu. Sampaikan kritik saat sedang makan bersama di rumah.

3. Belajar Mandiri
Sebaiknya istri tidak melibatkan orang tuanya dalam urusan keluarganya. Setelah berkeluarga, baik suka dan duka, istri dengan dibantu suami harus mandiri. Sebab campur tangan orang tua kadangkala dapat memperkeruh persoalan rumah tangga.

4. Tunjukkan Kehangatan
Berikan kehangatan dan senyuman ketika suami di rumah, jangan bersikap acuh, cemberut atau uring uringan. Kalau pun ada masalah yang ingin disampaikan pada suami cari waktu yang tepat sampai suami benar-benar santai.

5. Hindari Cemburu Berlebihan
Cemburu boleh saja tetapi jangan berlebih, sebab sifat cemburu yang berlebihan menyebabkan suami merasa dicurigai dan diawasi dalam beraktifitas. Kondisi ini bisa jadi malah menyebabkan suami berbuat yang tidak-tidak. Kalau memang rasa cemburu itu ada, sebaiknya sampaikan saja secara terbuka dengan suami. Tanyakan pada suami apa benar tentang sesuatu yang sedang anda cemburui itu? Dengan cara seperti ini suami menjadi tahu duduk persoalannya. Jadi ketika masalahnya tidak benar, maka suami bisa menjelaskan yang sebenarnya.

6. Berikan Pujian
Memberikan pujian pada suami terkadang dianggap sepele, padahal pujian mampu membuat suami bangga. Kkebanggaan itu membuat suami semakin akrab, mesra dan bergairah pada istri. Berilah pujian, hanya ucapkan pujian itu secukupnya, tidak berlebihan. Sebab yang berlebihan malah akan membuat suami tidak enak.

7. Penuhi Kebutuhan
Suami mempunyai kebutuhan dan kesukaan, kebutuhan dan kesukaan orang berbeda satu dengan yang lain. Kalau suami si A misalnya, sukanya buah mangga belum tentu suami si B suka seperti itu. Cobalah menemukan dan memenuhi kebutuhan dan kesukaannya itu. Memang istri tidak akan dapat memenuhi semuanya, tetapi dengan mencoba sedikit demi sedikit maka lama-lama istri akan mengetahuinya. Perhatian istri terhadapnya membuat suami bahagia.

8. Hindari Sifat Manja
Seandainya si istri sebelum berkeluarga sangat dimanjakan oleh orang tua, hal itu jangan dibawa-bawa ke dalam perkawinan, sebab sifat manja memungkinkan istri menuntut ini dan itu pada suami. Jika suami bisa memahaminya tidak jadi soal. Tetapi jika tidak, tentu akan mengganggu keharmonisan.

9. Jangan Menggurui
Hindari sifat menggurui terhadap suami, sebab siapapun pada dasarnya tidak suka digurui. Kalau pun istri lebih tahu dalam sesuatu hal misalnya, sampaikan dengan cara baik-baik sehingga tidak terkesan menggurui suami. Jika sesuatu disampaikan dengan baik tentu suami akan memahaminya.

Dari Majalah Kartini - 2126

http://kotasantri.com

Suka
bambang dan Mawaddatu Sholihah menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Elsye Ivanne | Swasta
Semoga dengann bergabung di KotaSantri.com banyak manfaat yang saya dapatkan n dapat bertukar fikian dengan akhi n ukhti. Mohon bimbingannnya karena dalam waktu dekat saya harus mengakhiri masa lajang dan berdampingan dengann seorang aktivis dakwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1249 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels