|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
|
http://meylafarid.multiply.com |





Sabtu, 26 Juni 2010 pukul 17:00 WIB
Penulis : Meyla Farid
Berdasarkan contoh yang diberikan oleh Al-Qur'an, ada 3 tipologi keluarga, yakni :
1. Tipologi Keluarga Fir'aun. Dimana suaminya durhaka dan istrinya shalehah. Fir'aun bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai manusia yang tidak apa-apa untuk kita kutuk. Karena dengan kesombongannya, ia telah mengaku dirinya sebagai Tuhan, bahkan dengan terbuka menantang Tuhan untuk mencegah kematian yang ia berikan kepada orang sebagai bukti ia sanggup mematikan yang hidup. Sedangkan istrinya, Asiyah, ia adalah wanita shalehah yang teguh pendiriannya dalam mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah. Tipe keluarga ini memang sejak dahulu sudah ada, sampai kapan pun mungkin akan selalu ada, jadi tidak perlu heran apabila kita menemukan sebuah keluarga dimana suaminya sering melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama, tapi ternyata istrinya sangat shalehah.
2. Tipologi Keluarga Nabi Nuh. Yaitu suaminya shaleh, dan istrinya sangat durhaka. Nabi Nuh mengajak istrinya untuk mengikuti ajarannya dan kembali ke jalan yang benar, daripada mengikuti kebiasaan jahil kaumnya. Namun dengan tegas istrinya tersebut menolak bahkan berdiri di belakang para penentang suaminya. Karena itu, jika sekarang ada sebuah keluarga dimana suaminya shaleh dan istrinya tidak, maka sejak dahulu pun tipe keluarga ini sudah ada.
3. Tipologi Keluarga Ali Imran. Keshalehan keluarganya bahkan diabadikan di dalam Al-Qur'an. Bapaknya, ibunya, anaknya, keturunannya semua shaleh. Siti Maryam, Nabi Isa. Kita semua pastinya mendambakan untuk menjadi 'pengikut' tipe keluarga seperti ini. Kemudian hari, tipologi keluarga ini lalu disempurnakan oleh keluarga Nabi Muhammad SAW.
Wallahu a'lam.
http://meylafarid.multiply.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meyla Farid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.