Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://ao_zora.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 00:55 WIB
Domisili
Pekanbaru - Riau
Pekerjaan
Student and Author
...a cocoon becomes a beautiful butterfly. just like the butterfly's metamorphosis, i wanna become the extraordinary girl not just ordinary girl anymore..
aozora_hime@yahoo.com
yuki_sakamoto@rocketmail.com
aozora_hime@hotmail.com
Tulisan Aozora_hime Lainnya
Dia Pasti Akan Datang
17 Juli 2009 pukul 17:30 WIB
Jawaban Istikharah
28 Juni 2009 pukul 18:11 WIB
Pelangi
Pelangi » Jurnal

Sabtu, 25 Juli 2009 pukul 19:21 WIB

Sudahkah Kamu Mengeskalasikan Ibadahmu?

Penulis : aozora_hime

Guys, kita coba flashback ke masa kecil kita dulu yuk!

Saat kita berumur sebelas tahun, waktu itu kita masih imut-imutnya (maksudnya masih enam kelas es-de). Setelah ujian Ebtanas/UAN pasti kita sempat berpikir atau bercita-cita,”Nanti aku akan masuk SMP favorit di kota ini!” atau nada sejenisnya seperti itu, pasti pernah terlontar dari mulut kita.

Tiga tahun berlalu, keinginan masih tetap sama, ingin sekolah di SMA atau SMK. Hari demi hari berlalu, tahun terus berganti, sampai akhirnya kita udah dewasa dan tamat dari sekolah menengah atas.

Mungkin beberapa dari kalian semua, masih ada keinginan dan memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi, yaitu kuliah. Atau ada juga mungkin yang lebih memilih untuk bekerja mencari penghasilan.

Nah, kita berhenti di sini dulu nih! Dari SD sampai akhirnya kita sekarang sudah mengecap pendidikan yang namanya kuliah. Emang benar! Trus maksudnya apa sih, mungkin ada yang penasaran nih maksud Lia di atas tadi.

Hal itu merupakan contoh peningkatan di dalam hidup kita atau istilah kerennya eskalasi dalam hidup. Sudah menjadi tabiat manusia, selalu tidak pernah puas dengan yang ia miliki. Mungkin beberapa dari kalian ada keinginan juga untuk melanjutkan pendidikan sampai S-2 atau S-3. Atau contoh lainnya, seorang PNS pasti tidak mau terus-terusan dalam golongan II-A. Seseorang yang sedang menjabat sebagai camat, pasti berambisi ingin menjadi bupati, gubernur, lalu presiden.

So?

Pernahkah terpikirkan oleh kalian semua, bahwa ambisi ekalasi sisi duniawi berimbas juga pada sisi ukhrawi. Tapi, kenyataan yang sebenarnya sungguh berbanding terbalik. Ini merupakan renungan buat kita semua. Contohnya, seseorang yang pada umur sepuluh tahun hanya bisa menghapal beberapa surat dari Al-Qur’an, tapi saat umurnya sudah berumur tiga puluh tahun hapalannya masih tetap sama dan tidak pernah ada pemecahan rekor sekalipun. Atau ketika seseorang tidak sempat melakukan shalat berjama'ah di masjid lantaran saking sibuknya melakukan aktivitas, sampai umurnya lima puluh tahun ia masih tetap tidak dapat berjama'ah di masjid karena sakit-sakitan.

Guys, emang sungguh ironi antara sisi ukhrawi dengan sisi duniawi yang selama ini kita lakukan. Kayaknya kita tidak pernah bersemangat untuk memacu atau meningkatkan prestasi ibadah kita kepada Allah. Saat Lia mencoba mengingat-ingat ibadah apa yang telah Lia tingkatkan selama ini, Lia malu sendiri lho! Alias masih sedikit banget. Bagaimana dengan kalian, Fren?

Guys, kita semua pasti ingin berburu masa depan, ingin mengejar perubahan dalam hidup kita, karena emang beginilah yang sebenarnya hakikat eskalasi tersebut. Jika dibandingkan dengan ibadah yang kita lakukan selama ini, pasti sangat kontras. Padahal jelas-jelas setiap ibadah yang kita lakukan pasti akan diberi ganjarannya olehNya.

Kenapa sih kita tidak meningkatkan ibadah kita? Misalnya mentargetkan membaca Al-Qur’an sebanyak 100 ayat setiap hari (Wow! Ini cuma contoh lho!), sehingga bisa menjadi 36500 ayat dalam setahun, kemudian di tahun depan kita tingkatkan kembali.

Guys, amalan yang kita lakukan tidak akan pernah disia-siakan, pasti Allah akan memberi ganjaran karena Dia takkan pernah mengingkari janjiNya yang sudah terbukti dengan banyaknya firmanNya yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Coba bandingkan dengan kerja keras manusia untuk merebut posisi-posisi strategis dalan ranah keduniawian yang hasilnya tidak mungkin terprediksi. Ingat, Qadha Allah mustahil untuk dibantah. Kita boleh dan malah diwajibkan dengan namanya bekerja keras, tapi ingat yang menentukan Qadha kita adalah Dia! Di sinilah letak perbedaannya dengan ibadah.

Ladang ibadah membuka peluang yang sangat luas bagi pelakunya dengan prinsip eskalasi. Kerja keras dan keteguhan sikap dalam beribadah sangat jelas akan menjulangkan derajat martabat seseorang tanpa kekhawatiran ibadahnya yang dilakukan akan sia-sia belaka. Asalkan niatnya seratus persen ikhlas karena Allah. Contoh nyatanya seseorang yang selalu berpuasa sunnah tentu derajat ketaqwaannya akan berbeda dengan orang yang hanya melakukan ibadah di bulan Ramadhan doang.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa orang yang hanya mengejar nilai-nilai status duniawi belum tentu akan berhasil seperti calon bupati di Pasuruan yang gila karena gagal dalam Pilkada (tau kan berita ini?). Namun bandingkan dengan kerja keras dalam ibadah memburu prestasi ukhrawi, pasti akan bermuara sukses. Setiap amal ibadah pasti akan diberi pahala yang berlipat ganda dariNya.

Oke guys, udah jelas banget kan dengan penjelasan di atas? Coba kita flash back dan renungi, amalan apa yang sudah kita tingkatkan selama hidup kita? Kalo hanya masih sedikit, berazzamlah di dalam hati, mulai hari ini atau saat ini juga kita akan mengeskalasikan ibadah-ibadah yang belum sempat kita tingkatkan. Kita harus ingat, di dunia ini kita hanya mengumpulkan bekal sebanyak mungkin. Sebelum ajal menjemput kita, ayo tingkatkan ibadah kita. Ingat Guys, kematian tidak pernah mengenal kapan waktu dan di mana tempat dia akan datang menjemput kita semua.

So, tetap semangat beribadah ya!!

Sumber : Riau Pos dengan beberapa perubahan.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan aozora_hime sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Maharandi | Karyawan
Syukur alhamdulillah, sejak pertama kali membaca tulisan-tulisannya, saya langsung tertarik, karena materinya beragam dan terkadang mendatangkan inspirasi baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayahNya kepada kita semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1298 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels