|
Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
|
|
aozora_hime@yahoo.com |
|
|
yuki_sakamoto@rocketmail.com |
|
aozora_hime@hotmail.com |

Jum'at, 17 Juli 2009 pukul 17:30 WIB
Penulis : aozora_hime
Saudaraku, sudahkah hari ini mengingat satu hal yang kadang-kadang kita terlupa olehnya, yaitu ‘KEMATIAN’? Memang tidak bisa dipungkiri akibat aktivitas yang banyak kita lakukan setiap harinya, kadangkala kita hampir tidak pernah mengingatnya sama sekali. Kalaupun ingat, itu hanya sesekali atau beberapa kali saja. Setelah itu, kita seakan lupa dengan satu hal yang jelas akan mendatangi kita suatu saat nanti.
Saudaraku, jangan sampai kita terlena dengan keindahan dan nikmatnya dunia. Tanpa kita sadari, akibat kita terlalu peduli dengan kehidupan di dunia, rasa takut akan ‘KEMATIAN’ tidak pernah ada lagi di dalam diri ini. Jangan sampai hal itu juga terjadi pada kita semua.
Saudaraku, ingatlah, ‘KEMATIAN’ tidak mengenal waktu dan tempat. Detik ini juga dia bisa menjemput kita. Kita tidak pernah tahu kapan dia akan menjemput kita, karena hal itu memang merupakan rahasia milikNya. Tapi setidaknya, sebagai orang yang beriman, berusahalah untuk setiap harinya mengingat sebuah kata itu. Berusahalah untuk selalu meningkatkan amalan-amalan terbaik yang bisa kita lakukan saat ini. Jangan sampai, saat dia datang menjemput, kita sedang melakukan perbuatan dosa yang sangat dilarang olehNya. Apakah kita tidak malu menghadap kepadaNya nanti dengan dosa yang belum tentu Dia mau memaafkannya?
Saudaraku, berapa kalikah kita mengingat ‘KEMATIAN’? Setiap hari kah, setiap jam, menit, atau detik? Atau sama sekali tidak pernah mengingatnya karena saking sibuknya melakukan aktivitas?
Saudaraku, sudahkah membahagiakan kedua orangtua? Sudahkah mendo'akan dan meminta maaf atas kesalahan yang kita perbuat selama ini kepada beliau berdua? Sudahkan mengucapkan terima kasih kepada beliau atas perjuangan mereka dalam membesarkan, menyekolahkan, dan mendo'akan keberhasilan kita?
Saudaraku, sudahkah mensyukuri setiap inchi nikmat yang telah diberikanNya kepada kita hari ini? Sudahkah membagikan nikmat tersebut kepada orang-orang yang belum mendapatkan nikmat seperti kita?
Saudaraku yang mengembangkan dakwah dengan lisan, sudahkah siap bertanggung jawab dengan dakwah yang kita lakukan selama ini? Sudahkah diri kita mencerminkan sikap yang selalu kita serukan dan katakan kepada orang lain? Ingatlah Saudaraku, surat Ash-Shaff ayat 3!
Saudaraku, kebaikan apa yang telah kita lakukan hari ini kepada saudara kita yang lain? Sudahkah kita melakukan sunnah Rasulullah (hak seorang saudara kepada saudara yang lain) yang berjumlah tujuh macam itu?
Saudaraku, sudahkah kita mendo'akan kebaikan buat saudara muslim di seluruh dunia saat ini?
Saudaraku, jawablah pertanyaan tersebut di dalam hati masing-masing. Semua pertanyaan ini hanya sebagian dari keseluruhan yang ada. Saudaraku, selalulah untuk merenungi setiap perbuatan yang kita perbuat setiap hari. Karena waktu yang kita miliki selama di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapanNya kelak.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan aozora_hime sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.