HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://h-akbar.kotasantri.com
Bergabung
28 Agustus 2011 pukul 10:56 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Saya adalah manusia biasa. Senang membaca. Tertarik dengan kajian agama.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah
Tulisan H. Lainnya
Kualitas Keluarga
12 November 2011 pukul 11:00 WIB
Haji Mabrur = Haji Sosial
9 November 2011 pukul 17:18 WIB
Lebah Selektif dalam Memilih Makanan
5 November 2011 pukul 14:00 WIB
Hijrah untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik
1 November 2011 pukul 14:00 WIB
Menggagas Rumah Ideal
22 Oktober 2011 pukul 13:31 WIB
Pelangi
Pelangi » Cermin

Selasa, 22 November 2011 pukul 14:00 WIB

Semut yang Cerdik

Penulis : H. Akbar

Suatu hari, Nabi Sulaiman AS memperhatikan dengan seksama aktivitas semut yang sedang sibuk mengumpulkan biji-biji gandum. Satu sama lain terlihat akrab, sesekali mereka saling tegur sapa. Akhirnya, terjadilah dialog Nabi Sulaiman dengan seekor semut.

"Wahai semut, saya lihat kalian sangat rajin bergotong royong untuk mencari makan."

"Begitulah, yang mulia, sebab hamba yang lemah dan kecil ini tidak sanggup bekerja sendirian, hamba harus selalu bekerja sama untuk mengangkut biji-bijian yang besarnya melebihi tubuh hamba," jawab semut.

"Sesungguhnya berapa kebutuhan seekor semut pertahunnya terhadap biji gandum?" tanya Nabi Sulaiman penuh selidik.

Sang semut menjawab bahwa bagi dirinya cukup enam biji gandum saja setahunnya. Lalu, diambilnya seekor semut dan diberi bekal enam biji gandum, kemudian dimasukan ke dalam kotak kecil dan dibiarkan semut itu tidak diusik sama sekali.

Setelah setahun penuh, barulah kotak yang berisi seekor semut dan enam biji gandum tadi dibuka. Alangkah kagetnya nabi Sulaiman, sebab dikotak tersebut sang semut masih menyisakan tiga biji gandum.

"Wahai semut," tanya Sulaiman, "Sudah setahun lewat tapi kenapa kamu hanya memakan tiga biji gandum saja dan menyisakan yang lainya?"

"Begini, yang mulia, di alam bebas di mana hamba bebas mencari makan sendiri, memang hamba menghabiskan enam biji gandum pertahunnya. Namun, bagaimana dengan keadaan hamba yang dibelenggu saat ini. Lagi pula siapa yang dapat menjamin bahwa dalam waktu satu tahun, tuan tidak lupa membuka kotak ini. Untuk itu hamba sengaja makan separuhnya dan menyisakan lagi separuhnya untuk berjaga-jaga," jawab sang semut.

Kisah ini menggambarkan sikap gotong royong, toleransi, dan kesederhaan semut dalam kehidupannya. Semut tidak serakah, tidak sombong terhadap semut lainnya, dan selalu bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai urusannya. Andaikata kita bisa mengambil pelajaran dari kisah semut ini, tentulah akan menjadikan akhlak kita semakin baik.

http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com

Suka
shalikan mohammad dan Nurliyanti menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan H. Akbar sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

lila | mahasiswa
Saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan KotaSantri.com, karena saya sendiri memang santri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1089 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels