|
QS. Luqman:17 : "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 25 Oktober 2012 pukul 10:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
(Selalu) menyadari bahwa aku bukan kamu, pun kamu bukan aku. Itulah mengapa, pernikahan adalah adaptasi seumur hidup.
(Selalu) menyadari bahwa aku bukan kamu, pun kamu bukan aku. Itulah mengapa, pasti akan ada saatnya tak saling mengerti, dan mari ganti, saatnya saling memaklumi.
(Selalu) menyadari bahwa aku bukan kamu, pun kamu bukan aku. Itulah mengapa, memaksakan kehendak sendiri bisa jadi bermakna mendzalimi (hati dan pikiran) pasangan.
(Selalu) menyadari bahwa aku bukan kamu, pun kamu bukan aku. Itulah mengapa, tetap saling komunikasi adalah penting. Jika ada saatnya sulit berkomunikasi, mari ingati sebuah pesan indah; “Tingkatkan komunikasi dengan Allah SWT untuk membukakan hati dan pikiran pasangan, karena Allah Maha Membolak-balik hati.”
(Selalu) menyadari bahwa aku bukan kamu, pun kamu bukan aku. Itulah mengapa, cinta harusnya memercik di kebersamaan kita. Sebab kita adalah dua jiwa, yang bertemu karenaNya, berpadu dan berhimpun dalam naungan cintaNya.
—
jangan kau kira cinta datang
dari keakraban dan pendekatan yang tekun
cinta adalah putera dari kecocokan jiwa
dan jikalau itu tiada
cinta takkan pernah tercipta,
dalam hitungan tahun, bahkan millenia
-Kahlil Gibran-
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.