Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Skotel Jagung Manis
30 September 2012 pukul 14:00 WIB
Allah, Cinta Ini, Cinta yang Ini
27 September 2012 pukul 12:00 WIB
Menakar Kesabaran
13 September 2012 pukul 12:00 WIB
Omelet Mie Tomat
9 September 2012 pukul 12:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 11 Oktober 2012 pukul 10:45 WIB

Untuk Hidup Ini

Penulis : Rifatul Farida

Tidak hanya untuk sekedar romantika itu, yang dirindukan banyak lajang siap nikah. Ketika kembali hati ini menakar tentang arti cinta pada belahan jiwa, yang entah di manakah kini rimbanya. Pelan namun pasti, sudah kusiapkan sedari saat ini, meski baru memulai di saat yang lain telah melesat, sebuah peraduan indah nan suci dengan banyak makna kebaikkan.

Disaksikan oleh para malaikat, untuk Allah dan RasulNya, kukayuh diri menebas semua rasa takut, was-was, dan banyak gejolak yang tak selalu bisa kumengerti. Dan menghentikan sunnatullah yang masih berlangsung, cukup sampai di sini. Agar tak ada lagi cerita kumbang terluka, karena sang bunga memutuskan untuk tak lagi mekar sendirian.

Tak kan lagi pilih-pilih, meski selama ini juga tak pernah memilih yang dipilih. Karena yang difokuskan adalah kesiapan menopang jiwa lain, yang telah ditakdirkan, sebagai pilihan tepat meski mungkin bukan yang terbaik dari yang ada.

IA terlalu baik, hingga tak bosan berulang kali memberi kesempatan yang berulang kali itu juga kulewatkan. Menakdirkan banyak penawaran yang kuabaikan begitu saja. Sungguh, aku yang tak punya kebanggaan apapun pada diri, kiranya telah berbuat dzalim, bahkan mungkin kelewat tak tahu diri. Maka, terimalah taubat hati ini, duhai Rabbi, yang kusertakan dengan permohonan ampun.

Wahai yang Mahabaik, berilah aku satu ilham saja, untuk purnakan episode ini, hingga sempurnalah hidup dengan penggenapan separuh Ad-Dien.

***

/rf_menyusuri lorong-lorong hati, mengobrak-abrik rasa takut itu.

Jakarta, 19 Feb ’11

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Saeful Arif | Dagang
Saya senang membaca di KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1222 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels