|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|
|
|
http://febrianhadi.wordpress |
|
febrianhadi |
|
http://facebook.com/Febrian Hadi Santoso |
|
http://twitter.com/febrianhadi |





Kamis, 3 Mei 2012 pukul 13:00 WIB
Penulis : Febrian Hadi Santoso
Di indahnya taman, mataku tertawan pada sekuntum mawar. Pada aneka warna yang ditawarkan, merah marun. Warna yang kerap kali membuatku tertegun akan keelokannya. Jika boleh ijinkan aku menyentuh, dan memilikinya. Bukan hanya sebagai hiasan, namun hiasan di taman hati. Karena kutahu bukan hanya kumbang taman yang tertarik, namun hati kecilku juga ikut merasakannya.
Burung-burung berkicau menambah indahnya taman di pagi hari. Suaranya yang merdu sedikit mengobati hati kecil yang lagi galau. Entahlah, saat ku merasakan sesuatu yang indah, teringat pada gadis cantik berkerudung merah marun. Gadis yang tak hanya berparas cantik, namun juga berperangai baik.
Gadis ini membuat hidupku lebih bermakna. Aku terpesona dibuatnya. Tutur kata dan akhlaknya yang membuatku terpesona. Senyum manisnya yang dia berikan membuat jantung berdenyut begitu kuat. Sejak saat itu, senyum ringan yang diberikan begitu menyegarkan bagaikan embun di pagi hari. Membangkitkan gelora jiwa untuk terus menjalani hidup.
Jika ku memilikinya dan ku harus setia, maka ku harus belajar dari Ali yang begitu menyayangi Fatimah Az-Zahra. Begitu juga Muawiyah yang mencintai gadis desa.
Namun bagiku, hanya membutuhkan kesabaran untuk lebih menempa diri menjadi lebih baik, meski aku bukan yang terbaik.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Febrian Hadi Santoso sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.