|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 16 Februari 2012 pukul 11:30 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Di suatu sudut, dari bagian bernama hati. Aku meringkuk, takut berdiri dan menatap. Pada siapa? Entalah. Yang kutahu, aku sedang sendiri.
Bolehkah, aku tetap pejamkan mata? Di tengah dunia yang mewarna indah. Sebab aku memang takut lupa dan terlena. Ah, tapi aku ragu. Benarkah ini menjadi keputusan final? Sementara aku hanyalah seorang biasa, yang masih keteteran mengendalikan diri.
Masih di sudut ini, dari bagian bernama hati. Aku, sendiri. Lirih nyanyikan suara jiwa, yang nada dasarnya dimulai dari kejujuran. Ya, kejujuran. Sebab untuk kali ini, yang semoga bukan satu-satunya kesempatan, kusuarakan apa yang menjadi mauku.
Namun, berhakkah? Sebab tak ada apapun kepemilikan atas namaku, di seluruh jengkal hidup yang kumiliki. Kemudian aku kosong, sepertinya ingin mati rasa saja. Agghh... tak bisa. Perih masih kurasai, jika ada bagiannya yang tersakiti.
Allah, aku takut kecewa. Kali ini, aku benar-benar takut kecewa.
Ampuni, ya Allah, jaga hatiku.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.