HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
Alamat Akun
http://febrian.kotasantri.com
Bergabung
28 Maret 2011 pukul 00:07 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Mahasiswa
http://febrianhadi.wordpress
febrianhadi
http://facebook.com/Febrian Hadi Santoso
http://twitter.com/febrianhadi
Tulisan Febrian Lainnya
Belajar dari Bulan, Bumi, dan Matahari
1 April 2011 pukul 12:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 7 April 2011 pukul 10:10 WIB

"Surat untuk Sahabat"

Penulis : Febrian Hadi Santoso

Bagaimana kabarmu, sahabatku? Telah lewat seminggu kau tidak menghiraukanku. Sapaku tak kau balas, pesan-pesan singkatku tak kau jawab. Sejujurnya, aku rindu pada kebersamaan kita, pada canda tawa kita, pada perhatian dan kebaikan hatimu juga pada cerita-cerita sedihmu. Adakah kau merasakan rindu yang sama, sahabat? Bila kau merindukannya, bukalah hatimu untuk memaafkanku, bila kau tidak, maka kau harus memaafkanku demi cintamu pada Yang Maha Pemaaf. Bukankah kau sangat mengetahui bahwa Dia membenci umat yang memutuskan silaturrahim? Seminggu telah berlalu, sedang Rasulmu memberi batas waktu tiga hari saja.

Sejak terakhir kita berbincang, sikapmu berubah padaku. Sejak itu pula aku terus bertanya-tanya. Apa yang terjadi, apa salahku? Mengapa semua ini terjadi disaat ku membutuhkan sahabat seperti kalian. Kalaulah aku yang salah, tolong beri tahu aku apa salahku itu, sahabat. Agar ku bisa memperbaikinya dan lebih bijaksana lagi.
Barisan kalimat yang kurangkai, semata ingin agar kalian bangkit dari keterpurukan, membalut luka, menghapus air mata, untuk kemudian melangkah dengan kelapangan dada.

Sahabatku, sekarang bukan lagi saatnya kita terus bertanya. Mengapa ia begini? Mengapa ia begitu? Bertanya ini dan itu hanya menimbulkan prasangka-prasangka yang nantinya akan menimbulkan terganggunya keharmonisan hubungan kita. Sahabatku, ayo, Bismillah kita rajut kembali proses ta’aruf kita seperti yang pernah kita lakukan beberapa waktu yang lalu, saat kita masa pembinaan. Sekarang, silakan tanyakan pada diri masing-masing! Apa yang harus kulakukan dengan kondisi yang seperti ini?

Kusadari, tak cukup arif diri ini menasihati kalian, sahabatku. Mungkin seharusnya aku tetap menjadi pendengar yang baik dan motivator bagimu dan teman-temanmu. Tak sepatutnya aku menasihatimu dan teman-temanmu di saat kepercayaanmu dan teman-temanmu padaku belum lagi pulih. Ya, walau kau coba menguburnya jauh di dasar hatimu, aku dapat merasakan kepercayaan itu tidak mudah untuk kau hadirkan kembali setelah konflik yang terjadi di antara kita semua beberapa waktu yang lalu.

http://febrianhadi.wordpress

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Febrian Hadi Santoso sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

M. Hilmy | Wiraswasta
Insya Allah... Isinya ringan seperti kapas, berbobot seperti baja, dan dalam seperti samudera.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1327 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels