Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Ahmadiyah?
8 Maret 2011 pukul 11:22 WIB
Aku (Malu Berkata) Jatuh Cinta
3 Maret 2011 pukul 12:00 WIB
Aku Rindu Rasa Rindu padaMu
21 Februari 2011 pukul 14:00 WIB
Indah Berguguran
17 Februari 2011 pukul 11:55 WIB
Hidup Memang Indah
15 Februari 2011 pukul 10:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 17 Maret 2011 pukul 16:00 WIB

Jalan Panjang

Penulis : Rifatul Farida

Ia pasrah, merebahkan semua lelah di pundak-pundak keimanan. Sejenak bermanja di pangkuan senja, bermain riang dengan warna merah jingga. Hingga ketentuanNya mengabari pasti.

Ia melanjutkan hidup, tidak mengulangi hari, namun merunut hari. Dari perdetiknya hingga pertahunnya. Menyambangi banyak hati, berharap dapat menjadi pelipur lara. Merengkuh banyak jiwa, dengan tangan-tangan harapan baik, akan lahirnya cerita hari esok, yang bisa dicipta mulai sedari saat ini.

Ia tersenyum, untuk banyak cita, yang memandu arah langkahnya. Dan mengeramkan persangkaan baik pada yang Maha Berkehendak. Maka sabar dan syukur menjadi pergiliran indah, menabur di setiap jengkal tapak-tapak yang menuju cahaya keabadian.

Ia tak lelah, hanya kadang resah, namun itu tak kan berlangsung lama. Karena janjiNya lebih kuat memberi jaminan dari penawaran apapun dalam kehidupan. Dan itu menentramkan.

Ia menyadari, jalan masih panjang. Maka tapak-tapak dalam tarbiyah dan dakwah harus tetap istiqamah. Jika hari ini lurus-lurus saja, tak kan ada yang tahu esok akan tetap begitu, atau malah terjal dan berliku. Itulah sebabnya ia tak bisa melangkah seorang diri. Maka ukhuwah mengambil peran penting untuk mengawalnya.

Dan Ia, hanya manusia bumi yang berharap melangit dengan sayap-sayap ketakwaan. Jika tidak untuk hari ini, maka untuk hari berikutnya dan berikutnya. Karena jalan yang serasa masih panjang ini, bisa jadi berakhir kapan saja.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Fay Ahmed | Blogger
Senang sekali baca-baca di KotaSantri.com. Nambah pengalaman religius.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1339 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels