|
Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 2 Desember 2010 pukul 17:10 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Bukan pada kuncup mawar, kutitipkan tentang cinta. Karena ia akan terhempas tatkala tiba waktunya sang mawar mekar. Dan aku tak ingin, ia bernasib tragis; jatuh ke tanah, terinjak, dan nelangsa.
Bukan pula pada pucuk dedaunan kutinggalkan cerita cinta, karena ia tak kan abadi di sana. Begitu sang embun bertahta di paginya, terhapuslah sudah jejak cintaku. Dan aku tak ingin itu terjadi; dilupakan.
Maka kueja aksara lagi, memahat satu demi satu dengan telaten, tentang semua hal yang terangkum dalam satu kisah, cinta. Dan mengurailah sembilan puluh sembilan asmaMu, tepat di atas pahatanku. Aku, tersentak.
Bagaimana mungkin aku tak menyertakan hal itu? Sedangkan keputusan untuk mencintaiMu adalah harga mati!
Maka saksikanlah, wahai Pemilik Cinta, yang Maha Mencinta. Kutebarkan cintaku di semua yang aku temui; di kuncup mawar, di pucuk dedaunan, bahkan meluruh bersama hujan dan terbang bersama angin.
Karena cinta itu, memang sudah seharusnya meliputi segala. Tak ada lagi antara kepentinganku dan kepentinganMu, tak ada lagi antara Engkau dan aku. Karena yang ada hanya satu; Engkau!
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.