HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
Alamat Akun
http://abuaufa.kotasantri.com
Bergabung
6 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Pontianak - Kalimantan Barat
Pekerjaan
Lecturer
Abu Aufa, nama pena itu yang digunakan dalam setiap goresan penanya. Terlahir 38 tahun silam dengan nama Ferry Hadary, ia adalah suami dari Mirya Emeralda, serta abi dari Hikari Aufa Rafiqi (Aufa, almarhum) dan Zafirah Asy Syifa (Asy Syifa, 1 tahun 9 bulan). Anak ke-2 dari 4 bersaudara ini, lahir …
ferryhadary
Tulisan Ferry Lainnya
Ada Cinta di Rumah Kita
1 Agustus 2010 pukul 17:00 WIB
Saat Bingung Memilih Pasangan
24 Juli 2010 pukul 20:55 WIB
Gadis Cantik yang Begitu Mencintaiku
5 Juli 2010 pukul 17:30 WIB
Karena Kau Cintaku
31 Mei 2010 pukul 17:30 WIB
Bunda, Aku Ingin Menikah
30 Mei 2010 pukul 17:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 16 Agustus 2010 pukul 18:11 WIB

Pasti Bahagia Bila Ada Cinta

Penulis : Ferry Hadary

Ia tua, bahkan buruk laku dan rupa. Sementara sang istri tak hanya cantik jelita. Segala yang tampak sungguh mempesona. Tutur kata mesra, perhatian, penuh kasih sayang serta cinta. Tak heran, semua itu jelas mengundang beribu tanda tanya.

Sementara, kisah lain tak urung pula membuat rasa heran mencuat. Ketika laki-laki kaya dan tampan tersebut ternyata mantap menjalani sebuah tekad. Padahal, baru saja keraguan itu sesaat menyergap hatinya saat melihat seorang perempuan yang sungguh tak sepadan. Namun, segera dibuatnya sebuah keputusan besar. Sepenggal hati kini telah bertemu dengan pasangan yang dijanjikan.

Kedua biduk pun dikayuh dalam mahligai cinta. Bahagia, mengarungi samudera kehidupan. Berbilang usia pernikahan membuat mereka semakin tampak mesra. Bertambah guratan keriput juga tak mengurangi rasa sayang di antaranya. Bahkan setiap keluarga itu utuh sepanjang hidup mereka.

Sungguh!!!

Keajaiban cinta kembali menakjubkan manusia. Jika nalar yang digunakan untuk menilainya, maka itu tiada guna. Karena cinta pasti menyatukan hati yang berserakan. Apa pun jua rupa dan laku pemiliknya. Memang, seperti begitulah adanya cinta. Pribadi-pribadi yang mengagumkan ternyata lahir dari cinta.

Mungkin cinta mereka tak setara di pandangan manusia. Tetapi, pelaku cinta pasti mengharapkan ganjaran yang teramat sangat berharga dari Sang Pemiliknya.

Bukankah surga adalah sebuah janji atas ketaatan seorang istri kepada suaminya? Itulah yang diharapkan perempuan cantik tersebut ketika berkhidmat kepada sang suami yang buruk laku dan rupa. Serupa pula yang dirasakan laki-laki kaya dan tampan. Jiwanya senantiasa nyaman karena aliran kebaikan yang dilakukan oleh pasangannya. Mengalir, deras, berlimpah, menuju sebuah muara, cinta.

Begitulah, kisah cinta mereka ternyata berbuah bahagia. Segala kekurangan yang ada ternyata menumbuhkan kebesaran jiwa. Keikhlasan itu membuat hati lapang menerima sebagaimana apa adanya. Jikalau pun ada air mata yang mengalir, itu adalah tanda kearifan. Tawa yang berderai tentu pula karena sesaknya dada dengan suka cita.

Segala kebaikan terangkum dalam laku dan kata. Tak heran seluruhnya menghembuskan aura cinta. Benar, bila ada cinta, bahagia pun purna.

ALlahu a'lamu bish-shawab.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ferry Hadary sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Saeful Arif | Dagang
Saya senang membaca di KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1349 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels