|
Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
|
|
|
http://meylafarid.multiply.com |





Kamis, 25 Februari 2010 pukul 18:00 WIB
Penulis : Meyla Farid
Suatu malam, aku terpekur. Aku teringat ibu. Pengakuan-pengakuanku pun bergulir seiring guliran airmata yang merebak membasahi mukena pemberian ibu. Tidak ada yang lebih mencintai daripada ibu. Tidak ada yang pernah menandingi cinta dan pengorbanan ibu.
Sejak kecil, aku merasakan kasih sayang ibu. Tulus, tak bersyarat. Pernah suatu waktu di usia kecilku, saat ekonomi keluargaku sedang diambang sekarat, ibu menemani ayah bekerja apa saja untuk anak-anaknya. Aku ingat, ibu juga pandai mengatur keuangan keluarga di saat terminim sekalipun.
Ibu juga mengajarkanku membaca jauh sebelum aku masuk bangku sekolah. Ibu juga yang mengajariku bacaan-bacaan do'a sebelum tidur, do'a sebelum makan, do'a masuk dan keluar kamar mandi, sampai do'a ketika bercermin dan ketika mendengar adzan selesai dikumandangkan.
Ibulah yang mengajariku segalanya. Sejak aku kecil, sejak aku bayi. Padahal pada waktu yang bersamaan, ibu pun harus mendidik saudara-saudaraku yang lainnya. Setiap kesabaran dan pengorbanannya tak pernah mengharap imbalan.
Kasih ibu, sepanjang badan. Sayang ibu, sepanjang jalan. Cinta ibu, sepanjang hayat. Sekarang, adalah tugas kita sebagai anaknya, untuk selalu membahagiakan ibu. Semoga kita bisa membahagiakan Ibu, meski tak mungkin mampu membalas semua kasih ibu.
http://meylafarid.multiply.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meyla Farid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.