HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://meyla.kotasantri.com
Bergabung
9 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
http://meylafarid.multiply.com
Tulisan Meyla Lainnya
Kematian yang Selalu Mengintai
2 Oktober 2009 pukul 19:54 WIB
Perpisahan yang Pasti Terjadi
4 September 2009 pukul 17:30 WIB
Buah Keikhlasan
21 Juli 2009 pukul 20:00 WIB
Diary Tentang Bapak
19 Juli 2009 pukul 18:30 WIB
Semua Hanya Milik Allah
23 Juni 2009 pukul 17:49 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 15 Oktober 2009 pukul 18:22 WIB

Untuk yang Terbaik Saat Itu

Penulis : Meyla Farid

Apakah waktu yang tidak kurang dari satu tahun, perbedaan tujuan jangka pendek, dan jarak yang membentang itu adalah alasan keputusan bahwa kita memang harus menjadi seperti sekarang?

Bukankah sejak awal, kau tahu aku begitu. Sejak awal, aku punya mimpi-mimpi yang ingin kuwujudkan. Untuk saat ini, mimpi menikah hanya menjadi poin kesekian dari kumpulan mimpi-mimpiku. Bukankah kau kenal aku, bukan hanya dari bayangan isi kepala saja yang tertumpah di blogku seperti yang lain, tapi lebih dari itu kita memang pernah bertemu dan telah mengenal satu sama lain. Kupikir, itu cukup untuk membuatmu yakin.

Oh, kawan, kadang aku heran. Sekuat apa aku berpegang pada mimpi. Mimpi yang satu ini. Sekuat apa pegangan tanganku pada tali yang kau ulurkan, sedangkan kau berdiri di anak tangga ketiga dari tangga-tangga pelangi di depanku itu. Sedangkan aku masih berdiri di bawahnya.

Betapa selama ini kau menguatkan aku. Betapa kau bukakan pintu-pintu kemungkinan akan harapan. Betapa kau yakinkan aku, bahwa semuanya baik-baik saja dan aku dapat melewati seluruh episode dalam hidupku. Dan lebih jauh lagi, betapa kau cukup meyakinkan kalau kau mengerti akan diriku. Nyatanya tidak. Hanya sebuah angin sepoi-sepoi, sedikit ketidakyakinan, namun telah merobohkan kepercayaan yang susah payah kubangunkan untukmu. Mengapa?

Sebuah pertanyaan, yang sudah kutahu jawabannya. Dan aku sungguh-sungguh mengerti. Seperti yang kukatakan, perubahan antara kita adalah keniscayaan, namun sesungguhnya itu tidaklah perlu terjadi. Namun akan terjadi juga pada akhirnya kan?

http://meylafarid.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meyla Farid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

AMMAR Hi HABIB | Mahasiswa
Wadah inspiratif dan motivatif dalam hidup dan menjadi ruang untuk berekspresi.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1127 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels