|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|



Kamis, 21 Januari 2010 pukul 18:34 WIB
Penulis : Ichy Azalea
Malam ini, kurasakan gelisah teramat sangat. Kutelusuri, kucari rentet penyebabnya, kecemasan menghadapi masa depan, ketakutan akan dunia, konflik di sekeliling, rasa berbaur jadi satu. Padahal itu hanyalah hal sepele bila dibandingkan dengan berjuta masalah yang dialami orang lain.
Ternyata sumber kegelisahan itu dari hati ini sendiri. Membesar-besarkan hal sepele dan menjadikannya masalah utama. Sementara banyak hal lain yang lebih penting untuk direnungkan, dipikirkan, dicari jalan keluarnya.
Hatiku yang haus akan iman, kerontang, sehingga akalku pun malas menjalankan fungsinya. Dan mulutku ter-setting menjadi mulut sang pengumpat, penghardik, dan pemarah yang khilaf akan syukur atas nikmat yang kuperoleh.
Terlalu lancang sebagai seorang hamba. Ampunkanlah hamba, Ya Allah.
Pandanglah hamba dengan cintaMu, Ya Rabb. Sejukkanlah hidup yang gersang ini dengan ampunanMu. Sungguh celaka hamba tanpa ridha dariMu.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ichy Azalea sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.