Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://aishliz.kotasantri.com
Bergabung
8 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Matsudo - Chiba
Pekerjaan
Guru
http://aishliz.multiply.com
http://friendster.com/http://friendster.com/aishliz
Tulisan Lizsa Lainnya
Eid Mubarak, Bukan Merry C...
14 Desember 2009 pukul 15:40 WIB
Gadis Kecil, Bangsal 403
3 Desember 2009 pukul 15:50 WIB
Jangan Menuntut Pembenaran
27 November 2009 pukul 17:40 WIB
Jepang, di Sini Ada Persahabatan
22 November 2009 pukul 15:25 WIB
Mental Terjajah?
13 November 2009 pukul 16:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 28 Desember 2009 pukul 17:20 WIB

Aku Akan Mencinta

Penulis : Lizsa Anggraeny

"Wajahnya mirip!" Penggalan kata tersebut sering terdengar. Membuat bibir tersenyum senang, tersungging geli. Entah benar atau sekedar basa basi, biarlah! Yang penting, aku bahagia. Dan kau pun seolah tahu, tertawa lebar dengan pelukan erat.

Kau lihat? Wajah kita jelas sekali berbeda. Mataku bulat hitam, sedangkan kau coklat sipit. Kuliku coklat sawo matang, sedangkan kau putih bersih. Hidung tak sama, lekuk garis pun tak serupa. Jelas kita tak mirip.

Kita Mirip? Ya, mungkin saja. Orang melihat kita telah menjadi mirip. Terbentuk oleh ritme kehidupan yang sama.

Kau ingat? Kita pernah menangis bersama. Ketika baju-baju dalam koper kau porak porandakan, teracak berhamburan. Urat kesabaranku pecah. Dengan mata singa galak membentakmu, menggelegar. Hingga badan kecil terhenyak ketakutan, menangis sejadi-jadinya. Lalu merangkak pelan menuju alas pelicin, berusaha mengangkat setrika berat, dengan masih berurai air mata. Seolah kau ingin mengatakan, "Aku hanya ingin mencoba alat yang bernama setrika! Bukan bermaksud mengacak-acak pakaian!"

Aku tergugu di pojokan. Trenyuh memandang tubuh kecil yang sedang berusaha menggerakan setrikaan berat. Dengan pakaian yang kusut di genggaman. Dan aku pun turut menangis. Menyesali ketidaksabaran.

Kita pernah tertawa bahagia. Tidak, bukan hanya pernah, tapi sering kali kita tertawa bersama. Ketika wajah badutku mulai terpasang, bersiap mengejar tubuh mungil. Dengan riang, kau akan merangkak cepat, menghindari wajah badut di belakang. Kau pun akan tertawa senang jika hidangan kesukaan terlihat tersaji. Empat gigi yang baru tumbuh akan dipamerkan dalam tawa lebar. Lahap menyantap kegemaran.

Dan kau tahu? Aku pernah begitu bahagia memilikimu. Ketika suara mungil mulai berolah vokal, "Miiih... Mih... Amih... Amiiihhh..." Sambil mendekati, kemudian memeluk leherku dengan gerakan lincah senang. Aku bagai melambung saat itu. Ingin rasanya meloncat ke awang-awang, mengabarkan pada semuanya. "Woooiii.... Lihat! Dia sudah bisa memanggilku Amih!"

Mirip atau tak mirip, aku tak peduli. Tak mirip karena memang kau bukan terlahir dari rahimku. Tak pernah aku merasakan tendangan mungilmu dalam hitungan sembilan bulan. Tak pernah aku merasakan kesakitan menunggu persalinan. Tak pernah pula aku merasakan keindahan menyusui. Sesuatu yang sesungguhnya begitu aku dambakan dalam semakin bertambahnya usia pernikahan.

Jika orang mengatakan kita mirip, itu karena keadaan. Seiring dengan hari-hari yang telah kita lalui bersama. Sejalan dengan rasa cinta yang menjalar cepat. Kasih sayangku menumpuk dalam hitungan detik. Kebahagiaanku bertambah dengan skala kilat. Relung batinku terisi naluri seorang ibu.

Percayalah, Nak, mirip tak mirip, bagiku bukan halangan. Karena aku akan mencinta, dalam batas kemurnian kasih seorang ibu. Mengasihi dalam waktu yang masih tersisa. Menyayangi dalam jiwa yang mendamba. Menerima kehadiranmu adalah sebuah amanah yang tidaklah mudah.

http://aishliz.multiply.com

Suka
NURIN menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Lizsa Anggraeny sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Agoes | TKI
Di sini tempat kumpul-kumpul, atau hanya sekedar ingin menambah ilmu tentang agama, atau hanya ingin baca-baca artikel-artikel bagus dari temen-temen di KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3149 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels