HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://zoehari.kotasantri.com
Bergabung
18 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Karyawan Swasta
johari_wianto@yahoo.com
Catatan Johari Lainnya
undefined
1 Juni 2011 pukul 10:20 WIB
Pendapat para imam
30 Mei 2011 pukul 20:02 WIB
Mengenal 6 Pokok Aliran Sempalan dalam islam
21 Mei 2011 pukul 17:38 WIB
Penelusuran
9 Maret 2011 pukul 14:17 WIB
Bid`ah
13 Februari 2011 pukul 20:19 WIB
Catatan
Jum'at, 14 Januari 2011 pukul 10:37 WIB
Tujuan Penciptaan Manusia

Oleh Johari Wianto

Allah ta`ala berfirman;
“Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah* kepada-Ku. ” (QS. Adz Dzariyat:56)

Agar suatu ibadah diterima Allah, maka ibadah harus memenuhi dua kriteria yaitu IKHLAS** dan mengikuti tuntunan rasulullah***, keduanya harus beriringan tidak boleh dipisahkan, karena Allah tidak akan menerima amalan yang disertai ke SYIRIK an**** dan ke bid`ah an.*****


Ibadah*
Definisi Ibadah:
“Ibadah Ialah mendekatkan diri kepada Allah ta`ala, dengan cara mengerjakan segala perintah Allah# dan menjauhi segala larangan Allah##, serta beramal sesuai dengan kewenangan (idzin) syara”.

(pendapat lain):
“Ibadah ialah Tha`at kepada Allah, dengan melaksanakan segala perintah Allah melalui ucapan para rasul”.

(pendapat lain):
“Ibadah ialah mencakup segala bentuk yang dicintai serta diridlo Allah, baik ucapan, maupun perbuatan, yang nyata atau yang tersembunyi”.


IKHLAS**
Definisi Ikhlas:
Para ulama mendefinisikan ikhlas sebagai beramal semata-mata karena Allah SWT, bukan karena selain-Nya.

Sabda rasulullah:
“Sesungguhnya orang yang pertama kali akan diadili pada hari kiamat adalah para syuhada. Dia akan dihadapkan kepada Allah. Lalu Allah memperlihatkan kenikmatan-Nya kepadanya dan dia pun mengakuinya. Allah kemudian bertanya:’karena apa kamu berbuat demikian (berperang dijalan Allah)?’, Dia menjawab:’saya berperang semata-mata karena-Mu hingga saya gugur sebagai syahid’, Allah berfirman:’bohong kamu! Kamu berperang karena ingin disebut pahlawan!’, kemudian diperintahkan agar orang itu diseret wajahnya, lalu dilemparkan kedalam neraka.

Selanjutnya, seorang pembelajar, pengajar sekaligus pembaca Al-Qur`an dihadapkan kepada-Nya. Allah Lalu memperlihatkan kenikmatan-Nya kepadanya dan dia pun mengakuinya. Allah kemudian bertanya:’karena apa kamu berbuat demikian(belajar, mengajar dan membaca Al-Qur`an)?’, Ia menjawab:’saya mempelajari ilmu dan membaca Al-Qur`an semata-mata karena-Mu’, Allah berfirman:’dusta kamu! Kamu mempelajari ilmu karena ingin disebut ulama dan kamu membaca Al-Qur`an supaya disebut qari !’, kemudian diperintahkan agar orang itu diseret wajahnya, lalu dilemparkan kedalam neraka.

Selanjutnya, seseorang yang dikaruniai harta yang banyak oleh Allah. Dia dihadapkan kepada-Nya. Allah Lalu memperlihatkan kenikmatan-Nya kepadanya dan dia pun mengakuinya. Allah kemudian bertanya:’apa yang telah kamu lakukan dengan harta kekayaanmu?’, Dia menjawab:’saya tidak membiarkan satu jalan pun yang pantas diberi infak, kecuali saya menginfakan harta saya semata-mata karena-Mu’, Allah berfirman:’ kamu dusta! Kamu berbuat demikian karena ingin disebut dermawan dan kamu sudah mendapatkanya!’, kemudian diperintahkan agar orang itu diseret wajahnya, lalu dilemparkan kedalam neraka”. (HR.Muslim)

Mengikuti tuntunan Rasulullah***
(Qs An-Nisa:59). (Qs Al-Ahzab:21). (Qs Ali Imran: 31). (Qs Al-Hasyr:7).

SYIRIK****
Definisi syirik:
“syirik adalah menjadikan sekutu bagi Allah SWT didalam rububiyyah dan ilahiyyah-Nya”.

Sebagian besar kesyirikan terjadi dalam hal illahiyyah, seperti;
Berdo`a kepada Allah dan selain-Nya atau memalingkan ibadah berupa penyembelihan, nadzar, takut, pengharapan dan cinta kepada selain-Nya.

Dosa syirik merupakan dosa yang paling besar, karena beberapa perkara;
a. syirik berarti menyerupakan makhluq dengan al-kholiq dalam kekhususan ibadah. (Qs Luqman:13).
b. Sesungguhnya Allah telah mengabarkan bahwa Dia tidak akan mengampuni dosa syirik. (Qs an Nisaa`:48).
c. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan surga bagi musyrik dan mereka kekal di neraka jahannam. (Qs al Maidah:78).
d. Sesungguhnya syirik menghapus semua amalan. (Qs al an`am:88) dan (Qs az zumar:65).
e. Sesungguhnya musyrik halal darah dan hartanya. (Qs at taubah:5)

Syirik ada dua macam jenisnya:
Jenis pertama : syirik akbar
o Mengeluarkan pelakunya dari agama dan menyebabkan dia kekal di neraka, jika meninggal belum sempat bertaubat.
o Syirik akbar menyimpangkan sesuatu dari macam macam ibadah kepada selain Allah, misalnya;
o berdo`a kepada selain Allah, bertaqarrub dengan sembelihan sembelihan
o nadzar nadzar untuk selain Allah seperti kepada kuburan, jin dan syetan
o takut kepada orang yang sudah mati atau kepada jin, syaithan dgan mengira mereka dapat memudlorotkanya atau menyakitinya.
o Berharap kepada selain Allah dalam perkara yang tidak akan mampu dikerjakan siapapun kecuali Allah, seperti memenuhi kebutuhan2, melapangkan kesempitan.

Jenis kedua : syirik ashgor
o Tidak mengeluarkan pelakunya dari agama akan tetapi mengurangi tauhid dan dapat menjadi sarana ke syirik akbar.

Syirik ashgor, ada dua bagian;

Bagian pertama: syirik zhohir, yakni syirik dengan perkataan dan perbuatan.
Contoh : syirik dengan perkataan: bersumpah kepada selain Allah.
Contoh :syirik dengan perbuatan: memakai kain atau benang untuk mengangkat dan menolak bala`

Bagian kedua: syirik khofy, yakni syirik dengan keinginan dan niat, seperti riya` dan sum`ah.

bid`ah*****
Definisi
Menurut bahasa kata bid`ah, diambil dari kata bida` yaitu, mengadakan (sesuatu) dengan tidak ada contoh yang terdahulu.

Perbuatan bid’ah ada dua bagian;
1. Perbuatan bid’ah dalam adat istiadat (kebiasaan)/keduniaan.
contoh: alat2 transportasi, rambu2 lalu lintas, alat2 listrik.


2. Perbuatan bid’ah dalam Ad-dien (islam) hukumnya haram.
Arti bid`ah pada menurut syara`:
“satu cara yang diadakan (orang) di agama, yang menyerupai hukum syara`, yang dimaksudkan dengan mengerjakanya, ialah berlebih-lebihan beribadah kepada Allah s.w.t.”

(Arti yang lain)
“bid`ah itu satu cara yang diadakan (orang) di agama, yang menyerupai hukum syara`, yang dimaksudkan dengan mengerjakanya, ialah apa yang dimaksud dengan (mengerjakan) cara syari’at.”

Sabda nabi s.a.w. :
“Barangsiapa di antara kamu hidup, ia akan melihat perselisihan yang banyak ; karena itu, hendaklah kamu berpegang dengan sunnahku dan sunnah khalifah-khalifah rasyidin yang terpimpin, sesudahku. Peganglah akan dia sungguh-sungguh ; dan jagalah diri kamu daripada perkara-perkara yang diada-adakan orang karena tiap-tiap bid`ah itu sesat” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzie)
Sabda nabi s.a.w. :
“Adapun kemudian dari itu maka (ketahuilah) bahwasanya sebaik-baik perkataan itu adalah kitab Allah, dan sebaik-baik sunnah itu ialah sunnah Muhammad, dan sejahat-jahat perkara itu ialah perkara yang diada-adakan dan tiap-tiap bid`ah itu sesat” (H.S.R. Muslim)

Sabda nabi s.a.w. :
“Barangsiapa mengerjakan satu amal yang perbuatan kami tidak begitu, maka ia tertolak” (H.S.R. Muslim)

Sabda nabi s.a.w.
“Tiap-tiap bid`ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan itu di neraka ” (H.S.R. Muslim)

bid’ah dalam Ad-dien (islam) ada dua macam :
1. bid’ah qauliyah `itiqodiyah.
bid’ah perkataan yang keluar dari keyakinan, seperti;
ucapan-ucapan orang jahmiyah, mu`tazilah dan rafidhah/syi`ah serta semua firqoh2 yang sesat.

2. bid’ah fil ibadah.
bid’ah dalam beribadah, seperti;
beribadah kepada Allah dengan apa yang tidak di syari`atkan oleh Allah.

bid’ah dalam beribadah ini ada beberapa bagian, yaitu;
a. bid`ah yang berhubungan dengan pokok pokok ibadah, seperti
o mengerjakan shalat yang tidak di syari`atkan
o mengerjakan shaum yang tidak di syari`atkan
o mengadakan hari hari besar yang tidak di syari`atkan, seperti pesta ulang tahun.
b. bid`ah yang bentuknya menambah2 terhadap ibadah yang disyari`atkan, seperti
o menambah nambah rakaat pada shalat dhuhur.
c. bid`ah yang terdapat pada sifat pelaksanaan ibadah, seperti
o membaca dzikir dzikir yang di syari`atkan tapi dengan suara yang keras dan berjama`ah.
d. bid`ah yang bentuknya meng ’khusus‘ kan suatu ibadah yang di syari`atkan, tetapi tidak dikhususkan oleh syari`at yang ada, seperti;
o mengkhususkan hari dan malam nisfu sya`ban (tanggal 15 bulan sya’ban) untuk shiyam dan qiyamul lail. Memang pada dasarnya shiyam dan qiyamul lail itu di syari`atkan, akan tetapi pengkhususanya dengan ‘pembatasan waktu’ memerlukan dalil.

Perintah Allah#
Perintah Allah itu ada dua bagian:
1. Urusan `ibadat
Urusan `ibadat itu haram dikerjakan, baik yang wajib atau sunat, melainkan sebagaimana yang diterangkan dan diatur Allah dan Rasul-Nya ; tidak boleh kita bikin sendiri atau kita kurangi dan tidak boleh diubah cara-caranya,
Urusan (perkara-perkara) `ibadat itu, seperti ; shalat, shaum, hajji, dzikir, berdo`a, thaharah, adzan dsbnya.

2. Urusan keduniaan
Urusan keduniaan itu, baik yang wajib atau sunatnya, kalau sudah diatur Allah atau Rasul-Nya, hendaklah kita kerjakan menurut cara itu,
Urusan (perkara-perkara) keduniaan itu, seperti ; zakat fithrah, hukum potong tangan pencuri, hukum cambuk atau rajam pezina dsbnya

Tetapi kalau belum diatur caranya oleh Allah atau Rasul-Nya, maka bolehkah kita kerjakan dengan cara yang kita atur sendiri,

Larangan Allah##
Larangan Allah itu ada dua bagian:
1. Urusan `ibadat
Larangan dalam urusan `ibadat itu, ialah segala macam `ibadat yang tidak diperintah oleh Allah dan Rasul-Nya ; tiap-tiap `ibadat yang cara-caranya yang tidak diunjukan Allah dan Rasul-Nya itulah bid`ah dlalalah.
Sabda nabi s.a.w.
“Tiap-tiap bid`ah itu sesat dan tiap-tiap kesesatan itu di neraka ” (H.S.R. Muslim)
2. Urusan keduniaan
Larangan dalam urusan keduniaan itu, seperti mencuri, minum khamar, berzina, berjudi dsbnya.
Dua larangan itu wajib kita jauhi.

Adapun perkara dunia yang tidak terlarang dan tidak diperintah itu jaiz namanya, yaitu boleh dikerjakan, boleh kita tinggalkan.

Ringkasnya;
Di dalam urusan `ibadat itu ada yang wajib ada yang sunnat, selain daripada itu, bid`ah semuanya, yaitu haram dikerjakan.

Di dalam urusan keduniaan ada yang wajib, ada yang sunnat, ada yang haram, ada yang makruh dan ada yang jaiz.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Kamaruddin, Danny Savitra, dan yantie menyukai catatan ini.
Nurjanah | Ibu Rumah Tangga
Subhanallah... Setelah gabung dengan KotaSantri.com, saya jadi ketagihan pengen berkirim salam dengan sahabat semua. Di samping tambah teman, juga makin tambah pengetahuan. Saran untuk ke depannya, yang Pelangi / Bilik lebih ditingkatkan lagi tema-temanya. Afwan jiddan. Jazakallah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0466 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels