|
HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya.
"
|
|
|
johari_wianto@yahoo.com |





Oleh Johari Wianto
al-imam ibnul jauzy al-baghdadi dengan bukunya yang masyur berjudul talbis iblis dalam satu jilid tebal. Beliau menerangkan:”sesungguhnya kita ahlus sunnah telah tahu adanya islam sempalan dan pokok-pokok berbagai golonganya. Dan sungguh setiap golongan dari mereka terpecah menjadi beberapa golongan.”
Walaupun kita tidak mampu mengidentifikasi seluruh nama-nama golongan dan madzhab-madzhabnya, akan tetapi kita dapat melihat dengan jelas bahwa induk-induk golongan ini ialah (mulai ada sejak awal masa perkembangan islam):
1. Al-haruriyah
2. Al-qodariyah
3. Al-jahmiyah
4. Al-murji`ah
5. Ar-rafidhah
6. Al-jabriyyah
Keterangan tentang keenam pokok aliran sempalan:
1. Al-haruriyah
Ialah pemahaman kaum khawarij yang mempunyai pemahaman sesat dalam perkara:
a. Mengkafirkan sayyidinna ali bin abi thalib karena mau berdamai dengan muawiyyah bin abu sofyan.
b. Mengkafirkan utsman bin affan karena dianggap membikin pelanggaran-pelanggaran selama pemerintahanya.
c. Mengkafirkan orang-orang yang ikut dalam perang jamal (unta), yaitu ummul mukminin aisyah, tholhah, zubair bin al-awwam, ali bin abi tholib, Abdullah bin zubair dan segenap tentara yang terlibat dalam pertempuran.
d. Mengkafirkan orang-orang yang terlibat dalam perundingan damai antara al-hasan bin ali bin abi tholib dengan muawiyyah bin abu sofyan sepeninggal ali bin abi tholib. Mereka mengkafirkan semua orang yang ridha dan membenarkan dua upaya perdamaian diatas atau salah satunya.
e. Memberontak kepada pemerintahan kaum muslimin yang berbuat dholim, karena pemerintahan tersebut dianggap kafir dengan perbuatan dholimnya.
f. Mengkafirkan orang islam yang berbuat dosa apapun.
2. Al-qodariyah
Ialah pemahaman sesat yang mengingkari rukun iman yang keenam, yaitu takdir Allah ta`ala. Mereka mengatakan bahwa perbuatan manusia ini adalah murni perbuatan manusia sendiri dan tidak ada hubunganya dengan kehendak dan takdir Allah.
3. Al-jahmiyah
Ialah pemahaman sesat yang menginginkan adanya sifat-sifat kemuliaan bagi Allah dan mengingkari nama-nama kemuliaan bagi-Nya.
4. Al-murji`ah
Ialah pemahaman sesat yang mengingkari hubungan antara iman dan amal, dalam artian iman itu tidak bertambah dengan amalan sholih dan tidak pula berkurang dengan kemaksiatan, sehingga mereka berpaham bahwa imanya nabi sama dengan imanya penjahat sekalipun.
5. Ar-rafidhah
Ialah gerakan pemahaman sesat yang diwariskan oleh Abdullah bin saba` seorang yahudi yang berpura-pura masuk islam dan berupaya menyegarkan pemahamanya yang kafir, yaitu bahwa sayyidina ali dan keturunanya adalah tuhan atau memiliki sifat-sifat ketuhanan. Rafidhah mengkafirkan abu bakar dan umar bin khottob dan mengkafirkan segenap shahabat nabi, kecuali beberapa orang saja.(minhajus sunnah ibnu taimiyah)
6. Al-jabriyyah
Ialah pemahaman sesat yang menyakini bahwa semua apa yang terjadi adalah perbuatan Allah dan tidak ada perbuatan mahluk sama sekali. Manusia tidak mempunyai kehendak sama sekali karena yang ada hanya kehendak Allah. Sehingga semua perbuatan manusia adalah ketaatan semata kepada kehendak Allah dan tak ada perbuatan maksiat. Orang ber zina tidaklah dianggap maksiat karena perbuatan zina itu adalah perbuatan Allah dan kehendak-Nya. Semua manusia dianggap sama, tidak ada muslim dan kafir, karena semuanya tidak mempunyai usaha (ikhtiar) dan tidak pula mempunyai kehendak apapun.(talbis iblis hal.22)
7. Al-mu`tazilah
Disamping enam aliran sesat yang kemudian bercabang menjadi berpuluh-puluh aliran sesat lainya, ada juga aliran sesat yang besar juga, yaitu mu`tazilah
Aliran ini mengkeramatkan akal, sehingga akal adalah sumber kebenaran yang lebih tinggi kedudukanya dari al-qur`an dan al-hadits.
Dari pengkeramatan akal ini timbulah kesesatan mereka meliputi:
a. Mengingkari adanya sifat-sifat mulia bagi Allah.
b. Orang islam yang berbuat dosa tidak dikatakan muslim dan tidak dinamakan kafir, tetapi ia adalah fasiq. Akan tetapi bila ia tidak sempat bertaubat dari dosanya dan mati dalam keadaan demikian berarti kekal didalam neraka sebagaimana orang kafir. Orang yang telah masuk neraka tidak mungkin lagi masuk surga, sebagaimana orang yang masuk surga tidak mungkin lagi masuk neraka.
c. Menyerukan pemberontakan kepada pemerintah islam yang berbuat dholim dan pemberontakanya itu dalam rangka amar ma`ruf nahi mungkar.
d. Mengingkari adanya takdir Allah pada perbuatan hambanya.
e. Al-qur`an itu adalah mahluk Allah sebagaimana pula sifat-sifat Allah lainya adalah makhluk.
f. Mengingkari berita al-qur`an dan al-hadits yang menyerukan bahwa wajah Allah itu dapat dilihat oleh kaum mukminin di surga nanti.(Al-farqu binal firaq, abdul qohir al-isfaraini hal.114-115).
8. Al-bathiniyyah
Disamping mu`tazilah, ada juga aliran lain yang bernama bathiniyyah atau yang sering disebut thoriqot sufiyyah. Mereka membagi syariat islam dalam dua bagian, yaitu syariat batin dan syariat dhohir. Orang yang menganut aliran ini mempercayai bahwa para wali keramat itu syariatnya syariat bathin, sehingga tingkah lakunya tidak bisa diamati dengan patokan syariat dhohir, karena syariat bathin itu sama sekali berbeda dengan syariat dhohir, maka yang haram di syariat dhohir bisa jadi halal di syariat bathin dan bahkan suci. Jadi jika ada orang awam yang berzina harus dicela dan dinilai telah berbuat maksiat, karena memang demikianlah syariat dhohir menilainya. Akan tetapi jika yang berbuat mesum itu seorang wali, maka itu tidak boleh dicela. Meraka para wali tidak lagi terikat dengan syariat dhohir, tetapi terikat oleh syariat bathin, yaitu syariat special bagi para wali. Jadi jika ada orang yang mau mengkritik wali itu dan mencelanya, maka ia harus setingkat mereka atau lebih tinggi. Syariat dhohir itu diturunkan kepada nabi s.a.w., sedangkan syariat bathin diturunkan kepada wali keramat, melalui mimpi atau wangsit(ilham) atau lewat wahyu yang dibawa oleh para malaikat.(talbis iblis 162-163)
Dari aliran-aliran sempalan diatas, terpecahlah sekian banyak aliran sesat yang ujungnya membatalkan syariat Allah dan menegakan syariat hawa nafsu serta kekafiran. Padahal masing-masing aliran yang bersumber dari delapan kelompok sempalan itu, tentunya mempunyai pengikut dari umat islam.
Telah begitu banyak faham-faham yang mengatasnamakan agama, padahal isinya jauh dari agama. Oleh karena itu dengan mengetahui pokok-pokok dari aliran atau sempalan-sempalan ini, bisa kita jadikan tolak ukur terhadap apa yang sudah atau sedang atau akan kita hadapi dalam memahami agama ini. Apalagi saat ini yang jaraknya sangat jauh dari sejak zaman shahabat, maka sudah begitu banyak perubahan dan perkembangan dari aliran-aliran ini, oleh karena itu jalan teraman ialah dengan berpegang teguh pada al-qur`an dan as-sunnah yang haq.
Diindonesia khususnya, kita harus bisa membedakan dan memilih dengan cermat mana yang sesuai dengan al-qur`an dan sunnah. Perlu diingat dan pahami perbedaan antara aliran atau sempalan atau paham atau dengan organisasi massa. Karena untuk aliran sempalan yang mempunyai faham sesat itu mempunyai bentuk pasti, bisa berbentuk organisasi formal maupun non formal atau bahkan tak berbentuk. Dan dalam faham yang dianutnya dapat merembes dan menyebar mempengaruhi sekitar mereka. Adapun organisasi massa, itu tergantung dari visi misi organisasi yang bersangkutan, yang setiap kegiatanya telah terkoordinasi, apakah berpegang teguh kepada qur`an dan as-sunnah atau tidak dan ini pun tidak menutup kemungkinan untuk terpengaruhi oleh faham-faham dari aliran atau sempalan-sempalan yang sesat.
sumber: buletin MDKI-FOSTI no.36
| Bagikan | Tweet |
|
--- ---