QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://farouqs.kotasantri.com
Bergabung
16 Juli 2009 pukul 08:32 WIB
Domisili
kairo - cairo
Pekerjaan
mahasiswa
http://www,elmishriya.blogspot.com
ibnu_el_hindy@yahoo.co.id
mujahiedmoeda
http://facebook.com/iwan ghoenawan
Catatan Iwan Lainnya
AWASSS..!!! Kita sedang dikejar singa..
28 Maret 2010 pukul 08:24 WIB
Mari kita berfikir sejenak duhai sobat....
28 Maret 2010 pukul 08:22 WIB
Melayang di atas Kairo 1
28 Maret 2010 pukul 08:16 WIB
Melayang di atas Kairo 2
28 Maret 2010 pukul 08:14 WIB
Catatan
Ahad, 28 Maret 2010 pukul 08:02 WIB
Kawanku Syeikhul Kabiir

Oleh iwan ghoenawan

Syeikh Fathurrazzi

Bismillahirrahmanirrahiim....

Jum'at pagi 12 Maret '10, sekitar jam setengah delapan tiba – tiba pintu kamar diketuk. Aku yang masih tebaring di atas ranjang empuk warisan bang kabir setengah penasaran dengan kedatangan tamu di pagi hari ini. Akhirnya sebelum aku bukakan pintu, aku tanya dari dalam :
" min..?"
Tapi tidak ada balasan dari luar, kucoba sekali lagi.
" min...?"
Tetap tidak ada balasan. Ketiga kalinya aku tanya sambil membuka pintu. Mungkin orang afrika dalam pikirku. Karena setelah ditanya berkali – kali tapi tidak ada jawaban juga.

Begitu aku buka pintu kamarku, ternyata bukan orang afrika yang datang, bukan pula fakistan, atau maroko, atau negara lainnya. Tamu pagi ini tidak lain kawanku sendiri. Ya, kawan sekaligus guruku. Aku sangat menghormatinya seperti menghormati guruku. Namanya fathurraazie, nama lengkapnya Muhammad Fathurrazzi. Dia berasal dari madura. Kuliah di azhar satu angkatan denganku walau sebenarnya lebih dulu dia datang ke negri seribu – satu menara ini, namun dalam status akademik, kita satu kelas, tingkat tiga fakultas ushuluddin jurusan tafsir al – Qur'an. Tahun kemarin, kita sama – sama mendapat nilai jayyid jiddan. Tahun pertama aku dan dia juga mendapat nilai sama, jayyid. Nilainyapun tidak jauh beda denganku, 5 madah Mumtaz, 6 JJ, 3 J, 3 M. Tidak jauh beda dengan nilainya. Beberapa point lagi aku dapat JJ waktu itu. Ditahun kedua kita sama – sama mendapat JJ. Suatu kelebihan sekaligus kebahagiaan yang diberikan oleh Allah kepadaku untuk bergabung dengan para mutafawwiqiin. Semoga tahun depan mendapat yang lebih baik lagi, minimal mempertahankan prestasi yang telah diraih jangan sampai jatuh.

Segera kupersilahkan dia masuk, setelah tahu yang datang ternyata guru sekaligus temanku ini. Waktu itupun aku lalui dengan berbincang santai dengannya. Memang tidak jarang dia share segala permasalahan yang dia hadapi. Aku sudah biasa diajak curhat dengannya.
" nanti sore hadir ya, ada tasyakuranku "
" tasyakuran apa ?"
" pernikahanku ca' !"
" hahh...!!! seriuss ca' ?? " tanyaku setengah kaget. Sebelumnya dia memang pernah bilang akan menikah tahun ini. Entah dengan siapa, orang mana yang jelas aku minta undangan husus darinya. Pagi ini dia mengundangku untuk menghadiri pernikahannya, tentu aku sangat senang. Namun aku juga sedikit tidak percaya dengan undangan yang terkesan tergesa – gesa. Tidak mungkin sore menikah pagi ini aku baru mendapat undangannya.
" bukan ca' , aku mau tasyakuran khatam alqur'an. "
" subhanallaaaaaaaaaah.....!!! "

Kulihat tangan kanannya masih memegang roti pino plus selai menu pagi anak – anak asrama azhar buust. Tangan kirinya memegang susu kemas dan dua telur rebus. Ingin aku peluk erat tubuhnya saking tak kuasa menahan rasa betapa bangganya aku memiliki teman sepertimu zi.

Kawan – kawan, dia bukan baru saja menamatkan qiroah imam hafs, atau warsy, atau suusi,atau qiroah lainnya. Dia baru menyelesaikan Qiroah 'Asroh . Antum tau sendiri apa itu qiro'ah 'asyroh. Membaca alqur'an dengan sepuluh lahjah sekaligus yang dibenarkan oleh Rasulullaah. Kawanku yang satu ini mendapatkan undangan untuk menjadi salah – satu keluarga Allah di muka bumi ahlul Qur'an. Sebelumnya dia berhasil menyelesaikan qiro'ah imam warsy dari syeikh Nabil, tentunya dengna sanad yang menyambung sampai kepada nabi Muhammad saw.

Tidak mungkin aku lewatkan momen berharga seperti ini. Merupakan kebahagiaan sekaligus suatu kehormatan buatku untuk menghadiri acara tasyakuran para keluarga Allah di muka bumi ini. Bukan suatu kebetulan kalau acaranya diadakan sore ini, bertepatan dengan hari cutiku. Hari kamis – jum'at aku tidak kerja di KSP jadi tidak ada alasan untuk tidak menghadiri haflah mubarokah ini.


*****

Malamnya, selepas shalat isya aku langsung bergegas ke kamarnya. Ketika sudah sampai, ternyata di sana sudah banyak orang. Tanpa ragu lagi aku bergabung dan ikut meramaikan suasana dengan mereka. Subhanallaaaah, acara yang boleh dibilang sederhana sekali. Namun penuh kehangatan dan kekeluargaan. Di kamar berukuran 5 x 4 yang biasa dihuni tiga orang, sekarang sudah berkumpul di dalamnya sekitar 30 orang lebih. Ketika acara sudah di mulai, aku sengaja melihat muka satu – persatu orang – orang yang hadir dalam acara ini. Beberapa orang diantaranya merupakan huffadzh ( sudah hafal alqur'an ) dan sumuanya orang indonesia. Padahal pada kesempatan sebelumnya, ketika aku menghadiri acara syukuran hatm qur'an kawan yang sekamar dengannya ditempat yang sama, tidak hanya orang indonesia yang hadir. Ada juga orang fakistan, nigeria, somalia, maghrib, de el el.

Apapun alasannya, aku sangat bahagia sekali bisa berkumpul dengan mereka. Walaupun bukan yang pertama kali, tapi aku merasa kali ini ada yang beda, entah apa itu. Satu hal yang patut aku apresiasi, dari awal acara hingga akhir diadakan dengan bahasa arab. Mengingatkanku bahwa aku / kita sudah tiga tahun berada di negri arab. Bukan hal yang aneh jika kita menggunakan bahasa mereka pada kesempatan kali ini. Aku semakin bangga, ketika melihat kawan – kawan yang tidak lagi kaku dengan bahasa arab. Tak ubahnya bahasa indonesia, mereka berbicara tidak ada sandungan sekalipun, mengalir lasksana air sungai. Dalam hati aku berbisik, " aku sedang melihat ahlul jannah, berbicara dengan bahasa mereka ".

Dipertengahan acara, ada sambutan dari sohibul hajat, yaitu dari rozi sendiri. Moment inilah yang aku ambil sebagai point penting pada acara tasyakuran kali ini. Dia bercerita bagaimana dia bisa menghatamkan alquran baik selama di Mesir, maupun selagi masih di tanah air dulu.
" sebenarnya, menghafal alqur'an bukan kemauanku pribadi, melainkan kemauan dari ibuku. Bahkan istilahnya orangtuaku rela membuang anaknya yang masih belia agar bisa menhafal alqur'an. Selama enam tahun, aku diasuh oleh kiyai yang merupakan sahabat orangtuaku. Selama itu pula aku tidak pernah melihat sosok ibuku. Ketika aku menghafal akhir surat ashofat, atau juz 23, ibuku dipanggil oleh yang maha kuasa. "

"ketika sampai di mesir, aku diajak kawanku untuk ikut talaqqi kepada syeikh Nabil di mesjid Husein. Waktu itu aku tidak begitu aktif, karena aku masih belum tahu jalan. Aku masih ngekor kepada kawanku, jika dia pergi akupun pergi. Jika tidak, aku juga tidak. Setelah sudah sekitar tiga bulan aku aku mulai berani pergi sendiri. Sampai sekitar empat belas juz dengan qiro'ah hafs, aku meminta kepada syeikh untuk membaca dengan qiro'ah lain. Dikaenakan sebelumnya aku sudah mengetahui tujuh qiroah. Akhirnya syeikh setuju, kemudian aku mulai lagi dengan qiro'ah imam warsy. Ketika aku membaca kepada beliau dengna riwayat warsy, beliau sangat terkejut dan sangat senang sekali. Beliau lalu mencium keninggku beberapa kali sambil memberikan doa barokah. Kejadian serupa terjadi kembali ketika aku selesai menamatkan qiroah imam warsy. Beliau menawarkanku untuk melanjutkan ke qiro'ah 'asyroh. Aku bilang aku hanya tahu tujuh, yang tiga orang lagi aku tidak faham. Kemudian syeikh mengetestku dengan membacakan alqur'an sambil bertanya " ini riwayat siapa ..?" kemudian membacakan ayat lain " ini riwayat siapa ..?" terus begitu sampai beberpa kali dan alhamdulillah aku bisa menjawab sampai tujuh riwayat. Beliau mencium keningku lagi beberapa kali sambil memberikan doa keberkahan. Sekitar dua bulan setengah aku untuk menamatkan qiro'ah warsy. Pada tanggal 23 april 2008 aku mulai membaca alquran dengan sepuluh riwayat kepada syeikh Nabil. Alhamdulillaaah, kemarin tanggal 24 April 2010 aku berhasil menyelesaikan qiroah 'asyroh kepada beliau. Sekitar 2 tahun setengah aku membaca alqur'an dengan qiroah asyroh kepada beliau ".
Setelah mendengar penuturannya aku langsung menerawang entah kemana. Otakku berputar – putar, kemana saja aku selama tiga tahun di Mesir. Betapa aku sangat merugi sekali, banyak waktu yang terbuang sia – sia tiada guna. Sudah setahun lebih aku membaca alqur'an kepada syeikh Asyrof di mesjid Ja'fairie Darasa. Sampai sekarang masih belum selesai juga. Apa yang aku lakukan pada fatroh waktu yang sangat lama itu.?

Selama tahun ketiga ini, aku memang disibukkan dengan bekerja, mencari uang yang kemudian aku tabungkan untuk biaya masa depan. Kenapa pikiranku terlalu jauh ke sana. Mengapa selama di negri pusat ilmu ini tidak aku gunakan untuk sepenuhnya menuntut ilmu.? Betapa bodohnya diriku. Selama ini aku telah dipermainkan oleh Thuulul amal, panjang angan – angan. Sehingga aktifitasku sekarang aku fokuskan untuk hal – hal yang kurang penting di masa depan. Seharusnya aku sadar aku sekarang sedang berada di tempat, dan waktu untuk berjuang, berjuang dan berjuang untuk mencari ilmu.
Sebagaimana yang ku kutip dari perkataan salah – satu kawanku yang membacakan doa pada acara ini.
" laisa bainana wa bainahu farq, ya'kulu kama na'kul wa yasyrobu kama nasyrob....illa aljuhda, wal juhda tsumma aljuhda...."
" kita sama dia ( Rozi ) sungguh tidak ada bedanya. Dia makan dan minum sama seperti kita. Yang membedakan antara kita dengan dia hanya kerja keras....dan kerja keras...kemudian kerja keras.."
Benar ucapanmu kawan, kita sebenarnya sama tiada beda. Hanya kerja keras dan kemalasan yang membedakan kita.

Aku sangat bersyukur sekali, Allah telah mengingatkanku kepada cita – citaku yang tertinggi, menjadi keluarga Allah di muka bumi. Allah mengutus malaikatnya untuk mengingatkanku agar tidak terlalu dalam manyelami manisnya lautan dunia ini. Melalui berbagai peristiwa aku diingatkan – Nya, namun selama ini aku seakan tidak sadar dan tidak mau peduli dengan panggilan – Nya.

Malam sabtu itu, melalui Rozzie sahabatku mataku kembali terbuka. Hatiku kembali terenyuh, perasaanku semakin peka, telingaku seakan mendengar panggilan itu dengan jelas. Melalui anak ke – empat dari sembilan bersaudara ini aku terbangun dari tidur siangku.
Ingin sekali aku menangisi keadaanku kali ini, tapi apalah guna isak tangis untuk sesuatu yang sudah terjadi. Aku tertinggal oleh kawan – kawanku, tapi bukan berarti aku tidak bisa menyusul mereka. Aku masih memiliki banyak kesempatan untuk bergabung dengan mereka. Ya, aku yakin HARAPAN ITU MASIH ADA.
Bulan ini aku akan berhenti bekerja dan memulai episode baru. Aku harus menutup episode kerjaku sebagai buruh di negri orang sampai disini. Manis , pahit, asam, asinnya selama jadi kuli cukup untuk dijadikan sebagai pengalaman. Aku akan kembali. Kusambut panggilan – Mu robb, berikan aku kekuatan untuk melalui semua rintangan dalam perjalanan hidupku.

Hanya sekitar delapan belas bulan lagi sisa waktuku di Mesir. Tidak boleh aku sia – siakan. Semoga selama sisa waktu yang kumiliki ini, Allah memberikan keberkahan dan kelancaran di setiap keadaan. Sudah waktunya aku wakafkan hidupkku dengan sebenar – benarnya hanya untuk Allah, islam dan kejayaan muslimin. Aku harus melatihnya dari sekarang, pastinya sangat berat dan sangat banyak rintangan. Tapi, jika selaras degan niat yang suci, Allah akan menurunkan bala tentaranya untuk membantu.

madinet el bo'uts el islamea
abbasea - cairo

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Akhmad Muhaimin Azzet | Penulis
Membaca-baca di KotaSantri.com, di samping memetik motivasi dan inspirasi, betapa terasa damai di dada. Sungguh. Beginilah bila akhlak mulia yang dijunjung dan dijaga. Alhamdulillah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0592 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels