|
HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
|
|
|
http://www.ardadinata.web.id |
|
http://facebook.com/ardadinata |
|
http://twitter.com/ardadinata |





Jum'at, 17 Mei 2013 pukul 14:00 WIB
Penulis : @ Arda Dinata
Banyak orang ingin bikin tulisan, tapi itu hanya sekedar keinginan. Dia sibuk dengan berbagai macam pikiran yang membuatnya tidak melakukan apa-apa. Hanya sekedar ingin dan ingin.
Padahal, kalau kita mau jujur, belajar menulis itu tidak lain dengan segera menuliskannya. Tepatnya, lakukan menulis, menulis, dan menulis. Buang jauh pikiran yang menghambat Anda dalam belajar menulis.
Misalnya; Bagaimana kalau aku macet di jalan ketika menulis? Bagaimana kalau ideku terus-terus mengalir atau sebaliknya ideku tidak muncul-muncul? Dan bla... bla… segudang pertanyaan yang membuat kita tidak menulis-nulis.
Pokoknya, tugas pertama kita ketika belajar menulis adalah hanya satu. Yakni terus mmbuat tulisan, tulisan, dan tulisan. Lupakan (untuk sementara) masalah tata bahasa, gaya bahasa, dn lain-lain. Nanti juga masalah itu ada waktunya. Gunakan media blog misalnya untuk menuangkan latihan-latihan kita dalam menulis. Sebab, kesalahan terbesar bagi para calon penulis ialah tidak menulis apa-apa.
Bukankah belajar menulis itu, seperti belajar berenang. Artinya, kalau kita ingin menjadi penulis, maka kuncinya dengan terus menulis. Dalam hal ini, tepat apa yang dikatakan Mohammad Natsir bahwa, “Hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa.”
Hal terakhir itulah kesalahan besar calon penulis. Yakni tidak menulis apa-apa.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan @ Arda Dinata sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.