|
HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
|
|
|
http://www.ardadinata.web.id |
|
http://facebook.com/ardadinata |
|
http://twitter.com/ardadinata |





Jum'at, 28 September 2012 pukul 15:15 WIB
Penulis : @ Arda Dinata
Virus itu mahluk hidup yang sangat cepat penyebarannya. Keberadaannya bisa menyebar melalui berbagai media. Lalu, apa hubungannya dengan menulis? Menulis bisa dijadikan media penyebaran ide sedahsyat penyebaran virus. Nggak percaya? Coba aja buktikan sendiri.
Pada bagian lain, bicara virus dan menulis, ternyata banyak juga orang yang ingin terjangkiti oleh virus menulis. Tepatnya, banyak temen-temen yang ingin bisa menulis. Tapi, lucunya mereka hanya sekadar keinginan. Tidak pernah mencoba menuangkannya dalam bentuk tulisan. Atau kalaupun dia menuangkan dalam bentuk tulisan, tapi tidak menjadi kebiasaannya dengan terus menulis. Menulis apapun, yang penting melemaskan otot-otot kepenulisan dalam fisik, pikiran, dan jiwa kita. Padahal, menulis itu adalah sebuah keterampilan yang harus terus dilatih untuk dapat memahirkannya. Anda setuju?
Jadi, virus menulis itu, sejatinya adalah menulis itu sendiri. Membiarkan kata menjadi aneka kata-kata. Merangkai kata menjadi kalimat-kalimat. Menyusun kalimat menjadi sebuah paragraf yang simultan. Pada akhirnya, paragraf yang terkumpul dengan baik itu akan menjadi sebuah tulisan utuh yang siap dimaknai pembacanya.
Untuk sampai pada tahap tersebut, tentu kita harus berhabit ria dengan kebiasaan membaca, mengamati, dan merenung merefleksikan fenomena yang terlihat dan dirasakan oleh panca indera kita. Langkah selanjutnya adalah dengan terus menulis apapun yang kita dapat dari habit tersebut. Terus aja lakukan menulis itu, sambil belajar bagaimana cara orang lain menulis, yaitu dengan cara membaca tulisan mereka.
Semoga tulisan singkat ini, dapat menjadi penyemangat diri kita dalam membangun habit menulis dalam hidup keseharian kita.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan @ Arda Dinata sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.