Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Siapa Paling Jelek?
8 Januari 2013 pukul 14:00 WIB
Sore itu Batinku Menjerit
6 Januari 2013 pukul 11:00 WIB
Inner Beauty
3 Januari 2013 pukul 14:00 WIB
Metamorfosa, Jalan Menghidupkan Impian
26 Desember 2012 pukul 16:00 WIB
Menegur Pasangan secara Bijak
22 Desember 2012 pukul 12:00 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 10 Januari 2013 pukul 15:00 WIB

Kara Allouzi : Islam Memiliki Banyak Keindahan

Penulis : Redaksi KSC

Seorang muslim yang hidup di negeri sekuler, bukan berarti tidak bisa hidup normal. Kara Allouzi mampu membuktikannya.

Kara memeluk Islam pada 1993 saat dinikahi suaminya. Wanita 45 tahun itu mengatakan Islam bisa menenangkannya saat sedang kehilangan dan dilanda ketakutan.

"Apa yang akan saya katakan kepada non-muslim yang menonton program ini, saya percaya Anda sedang menonton program ini karena suatu alasan, karena Anda ingin tahu tentang Islam dan Anda ingin tahu apa yang terjadi padaku," kata Kara dalam satu pernyataan yang disiarkan onislam.net.

"Ini adalah pertanyaan besar yang kami miliki ketika kami non-muslim menjadi muslim. Sehingga Anda dapat melihat seorang muslimah dapat hidup normal dan memiliki banyak kedamaian serta diluputi sukacita."

Kara mengimbau kepada masyarakat yang sedang dilanda ketakutan untuk tidak mendengarkan perkataan orang lain. "Jangan berpikir tentang apa yang mungkin terjadi pada Anda, tetapi tahu apa yang akan terjadi pada Anda akan menjadi indah, dan mendengarkan hati Anda dan jangan mendengarkan orang lain."

Menurut Kara, berjuang menjadi lebih baik harus dilakukan terus menerus. "Sehingga perjuangan menjadi pribadi lebih baik tidak pernah berakhir," tegasnya.

Setelah memeluk Islam, Kara mengatakan pentingnya menyeimbangkan kehidupan jasmani dan rohani.

Ia lantas mendirikan ESL Center di Amman, Yordania, sebuah lembaga yang mengajarkan bahasa Inggris untuk orang-orang dewasa. Tujuannya tak lain untuk membagi ilmu.

"Ini benar-benar urusan keluarga. Suami saya membantu saya, dia melangkah masuk dan memberikan petunjuk dan menguatkan kelemahan saya. Suami saya melobi sejumlah kementerian dan masyarakat Yordania. Kekuatan saya adalah di akademisi, jadi kami bekerja bersama sebagai sebuah keluarga untuk mempromosikan ESL center kami. Tidak hanya untuk mengajar bahasa Inggris, tetapi juga mengajar pemahaman, toleransi, dan kesabaran antara dua budaya," paparnya seperti disadur dari Onislam.net.

Kara melanjutkan, "Di masa depan, kami berharap dapat membuka beberapa pusat lain di Timur Tengah, di wilayah Teluk, di Suriah dan Lebanon insya Allah."

Dari Republika Online

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Saeful Arif | Dagang
Saya senang membaca di KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1358 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels