Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Paku dan Amarah
7 Februari 2012 pukul 14:20 WIB
Budaya Menghormati Wanita
2 Februari 2012 pukul 13:15 WIB
Yudi Mulyana : Hidayah di Ujung Fajar
26 Januari 2012 pukul 17:00 WIB
Perpanjang Silaturrahim, Dunia Akhirat Direngkuh
25 Januari 2012 pukul 11:30 WIB
Tempe Mendoan
22 Januari 2012 pukul 12:00 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 9 Februari 2012 pukul 16:00 WIB

Aphin : Tak Ingin Selamanya Disebut Mualaf

Penulis : Redaksi KSC

Resmi menjadi Muslim bukanlah akhir dari keinginan Aphin. Untuk menjadi Muslim sepenuhnya, tentu tak cukup dengan memeluknya saja.

Pikiran itu menumbuhkan cita-cita baru di hatinya; mendalami Islam di pesantren. Sayang, keinginan itu tak direstui kedua orang tuanya. Ia diminta menyelesaikan dahulu studinya di sekolah menengah.

Lulus dari SMA, Aphin mantap meninggalkan tanah kelahirannya menuju Jawa. Ia kemudian nyantri di Pesantren Darul Huda di Banjar, Ciamis. Di sana, ia sempat ditolak. "Pihak pesantren masih trauma karena sebelumnya pernah menerima santri Tionghoa yang akhirnya berulah," katanya.

Aphin tak kecewa, apalagi menyerah. Ia berusaha keras meyakinkan pimpinan pesantren dengan menyanggupi konsekuensi dan tugas apa pun agar diizinkan menimba ilmu di sana. "Aku menjadi pengangkut sampah dari asrama-asrama pesantren ke tempat pembuangan akhir yang jaraknya cukup jauh," tuturnya.

Pihak pesantren pun memberinya kesempatan belajar di sana. Setelah setengah tahun, Aphin pindah ke Pesantren Ihyaus Sunnah di Tasikmalaya dan nyantri di sana selama dua tahun. Belum puas dengan apa yang diperolehnya, ia kemudian bergabung di Pesantren Pembimbingan Mualaf An-Naba Center yang didirikan seorang ulama mantan pendeta, Syamsul Arifin Nababan.

Di sana, ia mendalami keislamannya sekaligus mengikuti tahfiz (hapalan) Alquran. "Aku bisa datang kapan pun untuk belajar Islam. Dan, aku sangat terbantu," kata pria yang menghapal dua juz Alquran sejak berislam itu. Saat ini, Aphin juga tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Tarbiyah Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ).

Setelah memeluk Islam, Aphin mengaku tenang. Tak ada lagi keraguan atau kerancuan yang membuatnya resah, seperti yang dirasakannya sebelum berhijrah dulu. "Kini aku ingin ketenangan itu semakin lengkap dengan memenuhi salah satu sunah Rasul," ungkapnya.

Aphin sangat bersemangat menjadi mualaf. Namun, itu tak berarti ia senang terus menyandang gelar mualaf. "Aku ingin menjadi Muslim sepenuhnya, bukan lagi mualaf," tegasnya.

Bagi Aphin, istilah mualaf seharusnya hanya berlaku bagi para pendatang baru dalam Islam. Ia maklum jika istilah itu digunakan untuk menandai bahwa Muslim tertentu memiliki latar belakang agama selain Islam, namun tidak bagi mereka yang menyalahartikannya. "Mualaf bukan sekadar soal gelar, melainkan juga konsekuensi di baliknya," kata dia.

Menurut dia, seseorang disebut mualaf karena kebaruannya dalam Islam serta kelemahan iman di atas kebaruannya itu. Karena itulah, para mualaf menjadi satu dari delapan golongan yang berhak atas zakat.

Dari Republika Online

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Salsabila | Mahasiswi
Subhanallah... Walhamdulillah... Sarana dari KSC lengkap banget. Semoga bermanfaat buat kita. Amin...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1167 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels