|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|
|
|
kepak_camar |





Senin, 26 Agustus 2013 pukul 22:00 WIB
Penulis : Mega Everistiana Wati
Yang selalu buru-buru menghampiriku
Ku selalu siapkan ruang luas, kertas, dan sebuah pena
Tidak kopi, kue, atau nasi dan lauk pauknya
Kutahu kau menolaknya, mesti cepat berangkat lagi
Entah ke mana, untuk apa, dan kenapa: meninggalkan rindu
Yang selalu buru-buru menghampiriku
Selalu kucatat hadirmu, juga dengan buru-buru
Kubikin sketmu pada buku, pada lembar-lembar waktu
Kelak seperti janjimu, seperti harapku, seperti do'aku
Kan tuntas jelas kulukis wajahmu seutuhnya
Dengan cinta, menjadi cintanya Cinta
Menggores rindu dan cinta hatiku
Kau, yang selalu buru-buru menghampiriku
Seperti aku menggoreskan pena pada kertas-kertasku
Dan berat hatiku melepasmu ke langit biru
Selalu buru-buru, padahal tlah purba
Kuingin menyentuhmu
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mega Everistiana Wati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.