|
Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
|
|
|
kepak_camar |





Senin, 1 Juli 2013 pukul 22:00 WIB
Penulis : Mega Everistiana Wati
udara mengeras di luar, bersama gerimis yang ritmis itu lagi
dan kita membaca puisi di dalam, di kursi-kursi sepi, di debur laut hati
kita memahami kebekuan yang telah begitu lama menahan rindu mencair
dan perlahan, malam menimbun larut di jalan-jalan
dan pada akhirnya kita pulang, sendiri-sendiri, berjalan dan bercakap
dengan bayangan, bercakap dengan kenangan dan separuh impian
yang disisakan rembulan untuk esok pagi
juga kehangatan yang sempat tersingkap dan mengerjap
kau tahu? ada yang tak kuasa kuterjemahkan: airmata yang perlahan
melinang di sepanjang kenangan
masih pula airmata yang itu lagi
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mega Everistiana Wati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.