|
Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
|





Jum'at, 11 Mei 2012 pukul 14:00 WIB
Penulis : Salman Rafan Ghazi
tak ada yang perlu dirisaukan dari langit yang kian merah
balon kita lebih dari cukup menampung segudang remah gelisah
tentang bekas ingatan-ingatan yang tergores di bangku panjang
tempat cemara menggugurkan luka yang begitu angkuh menjulang
betapa bahwa peristiwa masa kini adalah jejak sepatu dari masa lalu
kita sama tahu harus lebih sering meniupkan cinta ke segala penjuru
agar sesampainya di langit nanti balon kita tak segera mati
kehabisan energi lalu mengubur dirinya sendiri ke dekap sunyi
konon, rindu adalah sepasang jarak yang sedang mengembang
menyesaki setiap rongga balon kita yang semakin gembung
seperti menghirup sekeranjang helium sebelum benar-benar kambang
memeluk awan yang membumbung, kemudian terperangkap dalam pasung
dan siap meledak jika terus menerus dikurung.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Salman Rafan Ghazi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.